Berita

Hukum

Miranda Goeltom: Harusnya Kemarin, Tapi Tidak Apa-apa

SELASA, 02 JUNI 2015 | 17:22 WIB | LAPORAN:

Terpidana kasus suap cek pelawat Miranda Swaray Goeltom telah resmi bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang mulai hari ini, Selasa (2/6).

Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia itu telah menjalani tahun masa hukuman tiga tahun.

"Seharusnya tanggal 1 Juni tapi tanggal 2 Juni dari lapas. Tidak apa-apa," kata Andi simangunsong saat dihubungi wartawan.


Menurut Andi, kliennya tetap tidak terima atas hukuman yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor Jakarta.

"Karena dia bersikeras tidak bersalah, namun harus ambil hikmah. Dia harus memanfaatkan waktu dengan baik," jelasnya.

Andi menambahkan, Miranda cukup tabah dalam melakoni kehidupan di balik jeruji besi selama tiga tahun ini. Hal itu terlihat dari pergaulannya dengan sesama narapidana.

"Sosialisasi di dalam, cukup bergaul," terangnya.

Diketahui, selain vonis tiga tahun penjara, Miranda juga diwajibkan membayar denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan.

Miranda terbukti secara sah melanggar pasal 5 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Putusan ini diperkuat di tingkat banding di Pengadilan Tinggi Tipikor pada PT DKI Jakarta.

Dia sempat ditahan di Rutan Wanita Pondok Bambu sejak 1 Juni 2012 dan mulai menjalani hukuman penjara usai diputus bersalah pada 25 April 2013.

Miranda terbukti bersama Nunun Nurbaeti menyuap sejumlah anggota DPR periode 1999-2004. Suap ditujukan agar memuluskan jalannya menjadi Deputi Gubernur Senior BI tahun 2004 silam.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya