Berita

Tokoh Muhammadiyah: Aisyiyah harus Menggeluti Wilayah Peradaban yang Lebih Luas

SELASA, 26 MEI 2015 | 04:28 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Organisasi Aisyiyah yang genap berusia 101 tahun pada 19 Mei 2015, selama ini telah menunjukkan perannya di tengah masyarakat lewat sejumlah rumah sakit dan perguruan tinggi.

Di abad kedua dari kehadirannya di tengah-tengah masyarakat Indonesia, salah satu organisasi ortonom bagi wanita Muhammadiyah tersebut ditantang untuk menggeluti wilayah peradaban yang lebih luas dan mendalam.

"Di dalam pergumulan pembinaan peradaban utama ini, diperlukan pengkajian yang lebih mendalam dalam wilayah nilai, filsafat ilmu dan reformasi pendidikan serta pengkaderan. Demikian pula kerja peradaban yang holistik," ujar tokoh Muhammadiyah, Habib Chirzin.


Habib Chirzin menyampaikan itu dalam Seminar Nasional Pra Muktamar: Satu Abad Aisyiyah dan Muktamar Muhammadiyah ke-47 di kampus STIKES Aisyiyah, Yogyakarta, akhir pekan kemarin. Hadir pula sebagai pembicara mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Amin Abdullah dan mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Prof. Ahmad Jaenuri.

Seminar yang mengangkat tema "Gerakan Peremuan Islam Berkemajuan Reaktualisasi Peran Aisyiyah Menuju Abad Kedua" dibuka Ketua PP Muhammadiyah Prof. Malik Fadjar dan Ketua PP Aisyiyah, Norjanah Johantini.

Habib Chirzin menambahkan, kehadirannya pada abad kedua ini, Aisyiyah telah berkembang menjadi global civil society dalam aras global (good) governance.

Karena itu, peran strategis kepeloporan pada abad kedua mensyaratkan Aisyiyah untuk melakukan reaktualiasi nilai-nilai dasarnya, mengembangkan wilayah tajdid dan ijtihad yang menjadi watak distinctive-nya sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan.

"Oleh karena masyarakat di mana Aisyiyah kini berada, adalah masyarakat yang tengah bergerak dari masyarakat informasi (information society)," tandas mantan anggota Komnas HAM ini seperti dikutip dari akun Facebook-nya. [zul]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya