Berita

burung ibis botak/net

Dunia

Pendudukan ISIS di Palmyra Ancam Kepunahan Burung Ibis Botak

SENIN, 25 MEI 2015 | 12:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pendudukan ISIS di wilayah kota kuno Palmyra bukan hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, melainkan juga mengancam kepunahan burung liar langka jenis ibis botak.

Menurut pakar yang tergabung dalam kelompok Masyarakat untuk Perlindungan Alam di Lebanon, spesies ibis botak sebelumnya pernah dianggap sudah punah sampai di kawasan Palmyra tersebut ditemukan sarang burung tersebut. pada tahun 2002 lalu.

Pada saat itu, terdapat tujuh ekor burung ditemukan. Namun jumlah mereka semakin menyusut tinggal hanya menjadi empat ekor.


Tiga ekor burung di antaranya diambil dari penangkarannya oleh ISIS pekan lalu setelah pihak penjag sarang burung itu melarikan diri dari pertempuran. Nasib para burung langka itu masih belum diketahui.

Namun masih ada satu burung yang menghilang dan belum diketahui keberadaannya.

Demi melindungi spesies burung yang terancam punah itu pejabat setempat menawarkan hadiah senilai 1.000 dolar AS untuk informasi tentang keberadaan burung keempat.

Kelompok Masyarakat untuk Perlindungan Alam mengatakan kepada BBC (Senin, 25/5) bahwa burung keempat yang hilang itu adalah betina dan diberi nama Zenobia.

Kelompok itu menekankan bahwa penting untuk segera mengamankan Zenobia.  Pasalnya, kata kelompok itu, Zenobia adalah satu-satunya burung yang mengetahui rute migrasi ke wilayah dingin di Ethiopia.

"Perang mungkin akan berhenti, tapi tidak ada yang bisa membawa kembali spesies dari kepunahan," kata Ahli Ornitologi yang juga merupakan kepala kelompok itu Asaad Serhal. [mel]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya