Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), pemimpin bisnis maupun pemerintah di Indonesia mutlak harus memiliki tiga kemampuan utama.
Ketiga kemampuan ini untuk menjawab tantangan hasil survei Global Leaders Forecas 2014 hingga 2015 yang menunjukkan bahwa kemampuan pemimpin di Indonesia untuk bekerja lintas negara dan budaya masih kalah dibandingkan pemimpin bisnis di dunia. Padahal kemampuan tersebut menjadi tuntutan yang harus dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Direktur Daya Dimensi Indonesia (DDI) Rainier Turangan merinci, ketiga kemampuan itu adalah pertama, menciptakan lingkungan yang inofatif, mudah menyesuaikan diri dengan keadaan atau beradaptif, dan berinovasi.
"Program pengembangan dan inovasi ini bisa melalui pengembangan pelatihan yang dilakukan perusahaan secara terstruktur dan berjenjang," jelas Rainier
Survei Global Leadership Forecase 2014-2015 yang diikuti 780 pemimpin bisnis di Indonesia menunjukkan kemampuan bekerja lintas negara dan budaya yang dimiliki para pemimpin tersebut baru di level 32 persen, sementara kemampuan untuk lebih adaptif terhadap kondisi dinamis masih di level 52 persen
Survei Global Leadership Forecase ini diadakan di seluruh dunia dengan responden total sebanyak 13.124 pemimpin dari 2.031 organisasi yang berasal dari 48 negara
.[wid]