Berita

Bisnis

Hadapi MEA, Pemimpin Indonesia Harus Punya Tiga Kemampuan

RABU, 20 MEI 2015 | 16:50 WIB | LAPORAN:

Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), pemimpin bisnis maupun pemerintah di Indonesia mutlak harus memiliki tiga kemampuan utama.

Ketiga kemampuan ini untuk menjawab tantangan hasil survei Global Leaders Forecas 2014 hingga 2015 yang menunjukkan bahwa kemampuan pemimpin di Indonesia untuk bekerja lintas negara dan budaya masih kalah dibandingkan pemimpin bisnis di dunia. Padahal kemampuan tersebut menjadi tuntutan yang harus dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Direktur Daya Dimensi Indonesia (DDI) Rainier Turangan merinci, ketiga kemampuan itu adalah pertama, menciptakan lingkungan yang inofatif, mudah menyesuaikan diri dengan keadaan atau beradaptif, dan berinovasi.


"Program pengembangan dan inovasi ini bisa melalui pengembangan pelatihan yang dilakukan perusahaan secara terstruktur dan berjenjang," jelas Rainier

Survei Global Leadership Forecase 2014-2015 yang diikuti 780 pemimpin bisnis di Indonesia menunjukkan kemampuan bekerja lintas negara dan budaya yang dimiliki para pemimpin tersebut baru di level 32 persen, sementara kemampuan untuk lebih adaptif terhadap kondisi dinamis masih di level 52 persen

Survei Global Leadership Forecase ini diadakan di seluruh dunia dengan responden total sebanyak 13.124 pemimpin dari 2.031 organisasi yang berasal dari 48 negara.[wid]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya