Berita

Politik

Jubir Wapres: Ada Upaya Sistematis untuk Merusak Hubungan Jokowi-JK

RABU, 20 MEI 2015 | 11:35 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Penilaian bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla secara tidak langsung penyebab melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat tidak objektif. Apalagi kalau hanya dengan penilaian tersebut lalu melarang Wapres memberikan masukan bila Presiden hendak me-reshuffle kabinet.

Juru Bicara Wapres, Husain Abdullah, menegaskan demikian dalam pesan singkat kepada Kantor Berita Politik RMOL (Rabu, 20/5) menanggapi pernyataan pengamat dari Universitas Bung Karno (UBK), Gede Sandra.

Kemarin, Gede mengungkapkan ekonomi Indonesia melambat dan hanya tumbuh 4,7 persen sementara pada saat yang sama pertumbuhan ekonomi negara tetangga, seperti Filipina naik 7,3 persen secara tidak langsung karena faktor JK. Sebab, hal itu terjadi karena ketidakmampuan Tim Ekonomi yang diisi "orang-orang" JK dalam merespon perkembangan ekonomi global dan keluar dari berbagai defisit makro domestik.


Karena itu Gede mengingatkan, Wakil Presiden tersebut tak boleh lagi ikut campur kalau ada perombakan kabinet. Penentuan komposisi menteri, terutama bidang ekonomi, harus diputuskan sendiri oleh Presiden Jokowi. (Baca: Jadi Penyebab Ekonomi Lemah, JK Tak Boleh Ikut Campur Lagi Perombakan Kabinet)

"Namanya juga Wakil Presiden pastilah dimintai pendapat oleh Presiden apalagi konstitusi mengatur seperti itu. Bahwa Presiden dibantu seorang Wakil Presiden. Bagaimana mau dilarang? Pengamat saja tidak dilarang memberi masukan," kata Husain menimpali.

"Bahwa di kemudian hari ada menteri yang dinilai tidak maksimal, pertanyaannya siapa yang menilai itu, apa kapasitasnya dan parameter apa yang dia gunakan? Kalau cuma bandingkan pertumbuhan ekonomi RI dengan Filipina lalu memvonis Menko Perekonomian lemah, itu tidak relevan. Lihat dulu indikator-indikatornya," tegas Husain menambahkan.

Sebab, dia menjelaskan, pemerintahan Jokowi sekarang ini masih masa transisi, banyak yang harus diselesaikan dari warisan pemerintahan sebelumnya yang tidak semuanya baik, tentu ada juga yang baik. Belum lagi penghasilan dari sektor tambang yang menurun.

"Juga tidak bisa mengabaikan aspek eksternal seperti menurunnya pertumbuhan di Tiongkok. Ditambah harga minyak sebagai sumber devisa utama yang melorot tajam," ungkap tokoh muda yang akrab disapa Uceng ini.

"Beruntunglah pemerintahan Jokowi-JK cukup solid dan mampu memberi teladan. Misalnya dengan melakukan berbagai penghematan-penghematan hal yang dianggap pemborosan semua dihilangkan atau dipangkas," tandasnya.

Namun dia melihat ada upaya-upaya sistematis untuk merusak hubungan Jokowi-JK, agar keduanya tidak solid, yang ujung-ujungnya merugikan rakyat.

"Sebab kalau Jokowi-JK solid, insya Allah program-program Jokowi akan moncer seperti ketika JK mendampingi SBY. Pada periode itu ekonomi dan tingkat kesejahteraan Indonesia sangat membanggakan. Tidak lain karena faktor JK yang men-support penuh SBY," demikian Husain Abdullah. [zul]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya