Berita

Bisnis

Jokowi Diminta Ukir Sejarah Merdekakan Energi dan Pangan

RABU, 20 MEI 2015 | 09:56 WIB | LAPORAN:

Pemerintahan Joko Widodo harus membuat sejarah baru dengan memerdekakan sektor pangan dan energi di mana telah menjadi isu utama Indonesia yang dimulai sejak menjelang lengsernya rezim Soeharto.

"Pangan dan energi ini bagi Indonesia ibarat tajamnya pisau, jika ia dalam keadaan baik akan memberikan rasa aman dan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya," kata anggota Komisi IV DPR, Andi Akmal Pasluddin, mengibaratkan.

Namun, sambung dia, jika pangan dan energi ini lagi buruk, maka dengan sangat cepat mampu menggulingkan sebuah pemerintahan dan menyengsarakan seluruh rakyatnya.


"Pemerintah harus sadar bahwa setiap kegaduhan pangan dan energi, akan membuat guncang negara. Rembetan masalah akan segera bermunculan bila dua sektor ini mulai goyah," tegas Andi Akmal yang juga duduk di Badan Anggaran DPR.

Andi kembali mengingatkan, jika terlalu lama masyarakat disodori gaduhnya sektor pangan dan energi, maka akan meningkatkan angka kemiskinan yang ujungnya membangkitkan amarah masyarakat untuk menggulingkan pemerintahan. Untuk itulah di hari Kebangkitan Nasional di era pemerintahan Kabinet Kerja, ia meminta kepada Presiden Jokowi agar mengukir sejarah besar pada pengokohkan sektor pangan dan energi sehingga tidak ada lagi kegaduhan yang menghiasi negara Indonesia.

Saya meminta kepada pemerintah terutama kepada presiden, untuk menstabilkan sektor pangan dan energi yang berimplikasi pada stabilnya harga-harga produk-produknya," pintanya.

Catatan buruk pemerintah sekarang, akan bisa dihapus bila ke depannya, pangan dan energi menjadi mandiri, kuat dalam arti berdaulat.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya