Berita

foto:net

Kesehatan

Molome Dalome, Kawan Terbaik untuk Bayi dan Orangtua

JUMAT, 15 MEI 2015 | 19:53 WIB | LAPORAN:

Semakin awal stimulasi diberikan pada bayi, semakin baik perkembangan otaknya. Molome Dalome Early Childhood Learning Center adalah pusat kegiatan stimulasi bayi berumur 2 bulan - 24 bulan. Di sini bayi akan menemukan kegiatan yang bermanfaat untuk perkembangannya, dan orang tua akan mendapatkan informasi tentang cara-cara menstimulasi bayi.

Molome Dalome merupakan singkatan dari kata Mommy loves me, Daddy loves me. Slogan pusat stimulasi ini adalah Mommy is my best friend, Daddy is my hero.

Bayi dan orang tua adalah sebuah tim yang tidak bisa dipisahkan. Perkembangan bayi sangat bergantung pada peran serta orang tua dalam menstimulasi bayi dan menyiapkan masa depannya. Malome Dalome Early Childhood Learning Center hadir untuk menjadi kawan terbaik bagi bayi dan orang tua.


Melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan, bayi akan dirangsang supaya tahapan perkembangannya dilalui tanpa hambatan dari awal kelahirannya hingga dia berusia kanak-kanak. Misalnya, setiap anak harus melewati tahapan tengkurap, merayap, merangkak dan merambat sebelum mereka dapat berjalan.

Jika satu tahapan terlewati, maka akan dapat mempengaruhi perkembangan otak serta kecerdasan si anak. Misalnya; anak dapat mengalami masalah dalam membaca, berkonsentrasi, dan sebagainya," ujar Kepala Sekolah Molome Dalome Early Childhood Learning Center, Ririen Wiropranoto, Jumat (15/5)

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Glenn Doman, otak bayi berkembang dengan sangat cepat saat diberikan stimulus dan kesempatan untuk bergerak. Oleh sebab itu stimulasi harus diberikan sejak bayi lahir. Stimulasi yang diberikan di awal perkembangan
bayi mempengaruhi perkembangan saat dia memasuki masa kanak-kanak.  

"Semakin awal stimulasi diberikan pada bayi, semakin baik perkembangan otaknya. Orang tua harus mengetahui hal tersebut dan melakukannya dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai ada tahapan perkembangan bayi yang terlewatkan," lanjut Ririen.  

Mengapa Molome Dalome Learning Center mematok usia dua bulan untuk bisa bergabung di pusat kegiatan stimulasi bayi ini?  

"Lebih pada kesiapan orangtua dan si bayi untuk dapat hadir secara fisik di kelas " ujar Ririen lebih lanjut.

Berbagai kegiatan yang menyenangkan disiapkan Molome Dalome Early Childhood Learning Center untuk bayi dan anak-anak sesuai dengan usianya. Namun secara keseluruhan ada dua tujuan pokok pada setiap kegiatan.

Pertama, bayi akan distimulasi supaya bayi memiliki tahapan perkembangan yang runtut seperti yang tertuang dalam Human Development Profile. Kedua, bayi distimulasi supaya memiliki kecerdasan majemuk (multiple intelligence).

Kecerdasan Majemuk yang dikemukakan oleh Howard Gardner terdiri dari kecerdasan linguistik, matematis - logis, spasial, kinestetik - jasmani, musikal, interpersonal, intrapersonal dan naturalis. Karena setiap kecerdasan memiliki waktu kemunculan dan perkembangan kecerdasan yang berbeda-beda, maka Molome Dolome memilih kecerdasan mana yang muncul saat bayi berusia 2 bulan hingga 24 bulan.

"Kami tidak akan memaksakan bayi. Biarlah kecerdasan majemuk berkembang secara natural. Yang kami lakukan hanya menstimulasi. Sebagai contoh, kecerdasan linguistic, kinestetik dan musical muncul sejak usia awal bayi. Oleh sebab itu, banyak kegiatan kami yang bersumber pada tiga kecerdasan tersebut," kata Ririen.

Untuk kecerdasan linguistic, dimulai dengan memperkenalkan bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

"Kami menganggap pas memperkenalkan dua bahasa tersebut karena bahasa tersebut sudah menjadi bahasa komunikasi saat ini," jelasnya.

Pola kegiatan yang diterapkan di Molome Dalome sudah banyak diterapkan di sejumlah negara seperti di Eropa, Singapore, Amerika dan tentunya Indonesia. Ririen bahkan baru saja pulang dari Helsinki untuk belajar secara intensif tentang bagaimana menanamkan sikap disiplin pada bayi dan anak-anak dengan cara yang natural dan sederhana.

"Orang tua sangat berperan dalam menanamkan kebiasaan dan sikap disiplin pada anak. Cara sederhana yang bisa dilakukan adalah menanamkan kebiasaan membereskan mainan setelah anak selesai bermain. Karena terkadang, orang tua atau pengasuh yang membereskan mainan," kata Ririen sambil tersenyum.[wid]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Gubernur BI pun Ikut Mundur, Ada Apa Ini Guru?

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:15

Rumah Bedeng di Lebak Bulus Kebakaran

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:00

Timnas Garuda Hadapi Timor Leste pada 31 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:30

Revolusi, Romansa, dan Runtuhnya Komisariat SMID IISIP

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:21

Presiden Harus Tindak Tegas Londo Ireng yang Merugikan Kepentingan Bangsa

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:19

Orang Tak Percaya Perry Warjiyo Mundur karena Alasan Pribadi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:33

83 Penonton Jadi Korban Tribun GOR Satria Banyumas Roboh

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:18

Ahok Ungkap Awal Pecah Kongsi dengan Jokowi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:00

Nama Bupati KBB Jeje Ritchie Dicatut untuk Jual Jabatan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:35

Hantu itu Masih Gentayangan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:18

Selengkapnya