Berita

Cegah Konflik Saat Pilkada, Pilih Calon Sesuai Hati Nurani

RABU, 13 MEI 2015 | 11:15 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemilihan kepala daerah merupakan bagian dari suksesi kepememimpinan, bukan perebutan kekuasaan. Aturannya sudah jelas dalam peraturan perundang-undangan.

"Jadi, silahkan saja pilih pemimpin yang paling bijak sesuai hati nurani. Tak perlu berebut dan tak perlu pula rebut," tegas anggota MPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi dalam acara Sosialisasi Empat Pilar Bebangsa dan Bernegara di Sanggar Kegiatan Belajar, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, seperti dikutip dari rilis yang diterima pagi ini.

Dia menegaskan hal tersebut menjawab pertanyaan peserta mengenai bagaimana cara mengatasi konflik pilkada seperti pernah terjadi di Kota Waringin Barat, Tuban dan lainnya.


Anggota Komisi III DPR ini tak menampik potensi konflik sosial yang selalu muncul dalam setiap pelaksanaan Pilkada.

"Biasanya potensi konflik semakin tinggi ketika calon yang bertanding hanya ada dua pasang. Akibatnya gesekan antar tim di lapangan semakin keras. Karenanya saya selalu minta Polri untuk mempersiapkan diri," papar Wakil Sekjen PKS ini.

Menurutnya, disinilah arti penting pemahaman empat pilar untuk menjaga kerukunan. Empat pilar tersebut adalah Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika.

"Kejadian konflik sosial, seperti perkelahian antar kelompok atau tawuran antar desa sebenarnya tidak perlu terjadi. Hal ini bisa dicapai apabila ada tenggang rasa antar masyarakat. Disinilah perlunya pemahaman yang baik tentang empat pilar berbangsa dan bernegara, sehingga tidak perlu ada keributan," tandasnya. [zul]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya