Berita

ilustrasi/net

Bisnis

Pertamina Klaim Pertalite Sudah Diuji Ditjen Migas

SELASA, 05 MEI 2015 | 10:03 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sekalipun ditentang DPR, PT Pertamina (Persero) tetap kekeh akan meluncurkan BBM terbarunya, Pertalite. Perusa­haan minyak pelat merah ini se­dang menunggu izin Direktorat Jenderal Minyak Kementerian ESDM.

Vice President Corporate Communications Pertamina Wianda Pusponegoro menerangkan, perseroan telah memo­hon uji spesifikasi Pertalite ke Ditjen Migas pekan lalu. Na­mun hingga saat ini hasil uji tersebut, belum keluar.

"Kami berharap, hasil tes oleh Ditjen Migas dapat keluar pekan ini untuk menyiapkan persiapan yang lain." harap Wianda, kemarin.


Menurut dia, setelah Ditjen Migas memberikan keputusan, Pertamina akan melakukan uji respons pasar.Setelah itu, Pertamina akan menentukan stasiun pengisian bahan ba­kar umum yang akan men­jadi lokasi peluncuran Pertalite. "Kita masih me-review secara mendalam di mana saja lokasi SPBU-nya," ujarnya.

Wianda memastikan, SPBU yang dijadikan lokasi pelun­curan Pertalite tidak akan mengurangi stok bahan bakar lain, seperti Premium.

"Lokasi uji pasar nggak perlu banyak, karena untuk mengecek respons pasar."

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto mengatakan, bensin jenis baru Pertalite dengan angka oktan 90 bisa menjadi alternatif bahan bakar kendaraan.

Apalagi, kata dia, bensin Pertalite dianggap lebih baik dibandingkan Premium. Ke depan, ia berharap secara perlahan, semua kendaraan bermotor rakitan 2006 bisa memakai bensin berangka oktan tinggi.

Menurut Pengamat otomo­tif Dewa Yuniardi, Pertalite merupakan tahapan transisi sebelum nantinya Premium akan digantikan bensin dengan angka oktan yang lebih tinggi. "Industri otomotif tentunya siap mengikuti kebijakan pemerin­tah," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Demokrat Mulyadi meminta Pertamina meng­hormati kesepakatan yang dibuat bersama dengan DPR dalam rapat untuk menunda pengadaan dan penjualan Per­talite, sebelum infrastruktur memadai .

"DPR bukannya melarang adanya peluncuran BBM Ron 90 ini. Persiapannya harus be­nar-benar komprehensif dulu, baik hasil uji lingkungannya, harga yang dijual, sosialisasi di masyarakat dan kadar ok­tannya. Jangan sampai rakyat dirugikan," kata Mulyadi.

Untuk diketahui, Pertamina akan meluncurkan Pertalite 90 pada Mei ini. Nantinya, di SPBU terdapat Premium dengan angka oktan 88, Pertalite 90, Pertamax 92, dan Pertamax Plus 95.

Pertamina mengaku, su­dah menyosialisasikan ke­pada industri otomotif seperti Gaikindo dan Asosiasi Indus­tri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Pekan ini, Pertamina akan meyakinkan Komisi VII DPR jika Pertalite hanyalah ba­han bakar alternatif, sehingga tidak menghapuskan produk Premium.  ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya