Berita

Hukum

KPK, Tangkap Bupati Kotawaringin Timur!

Duit Mahar Nikah Diduga Berbau Korupsi
SENIN, 27 APRIL 2015 | 15:22 WIB | LAPORAN:

. Aksi demonstrasi kembali terjadi di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (27/4). Kali ini, puluhan demonstran yang tergabung dalam law and develompent watch (LDW) dan gerakan nasional pemberantas tindak pidana korupsi (GNPK) mendesak KPK untuk menangkap Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Supian Hadi.

Demonstran yang rata-rata merupakan warga Kotim itu terlihat mengenakan pakaian adat Kalimantan Tengah. Ikat kepala khas suku dayak juga digunakan. Mereka juga membawa atribut demo, seperti spanduk bergambar seorang wanita sedang menghitung uang di dalam koper.

"Tangkap Bupati Supian Hadi, usut kasus Supian Hadi," teriak Direktur LDW, Menteng Asmin, dalam orasinya.


Dia juga menyebutkan, Bupati Supian menikah siri dengan salah satu kontestan ajang pencari bakat dangdut. Yang mencengangkan, Bupati Supian menikahinya dengan mas kawin Rp 5 miliar, dua unit mobil mewah dan satu unit rumah mewah. Nah, menurutnya, KPK selaku lembaga yang berwenang harus mengusut asal-usul uang tersebut,

"Usut pernikahan Supian Hadi yang menggelontorkan dana sampai Rp 5 miliar dari hasil pencucian uang," terang Menteng.

Masyarakat Kotim, lanjut dia, kecewa atas sikap Bupati Supian. Menurut dia, tidak sepantasnya Supian Hadi menghambur-hamburkan uang di atas penderitaan warga Kotim yang masih miskin dan terlantar.

Usai menyampaikan orasinya perwakilan demostran lalu ditemui oleh perwakilan bagian Humas KPK. Mereka menyerahkan beberapa bukti dan dokumen terkait adanya dugaan korupsi Bupati Supian.

Tak lama berselang mereka lalu membubarkan aksinya. Adapun aksi sendiri berlangsung tertib dan tak membuat lalu lintas di sepanjang Jalan HR Rasuna Said tersendat. [sam]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya