Berita

POLING

Masih Banyak yang Minta Tanggung Jawab Jokowi dalam Banjir Jakarta

KAMIS, 23 APRIL 2015 | 13:00 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Dalam dua bulan terakhir, Kantor Berita Politik RMOL membuka jajak pendapat yang mengangkat persoalan utama rakyat Jakarta, yaitu banjir.

Pertanyaannya, "menurut Anda siapa yang paling bertanggung jawab dalam masalah banjir DKI Jakarta?".

Disediakan tiga opsi jawaban. Presiden Joko Widodo (Jokowi); Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama alias Ahok; atau masyarakat Jakarta?


Poling banjir ditutup beberapa saat lalu. Paling banyak responden (34,7 persen), menuding Gubernur Basuki Purnama alias Ahok mesti mengambil porsi tanggung jawab paling besar.

Sedangkan 33 persen pembaca masih menilai Presiden RI, Joko Widodo, yang juga bekas gubernur Jakarta, paling bertanggung jawab atas bencana banjir ibukota.

Sedangkan 32,3 persen pembaca menyebut warga DKI Jakarta sendiri yang menyebabkan banjir selalu datang ke wilayah ibukota negara ini.

Menarik, masih cukup banyak responden yang berpendapat Presiden Jokowi sebagai pihak paling bertanggung jawab dalam musibah langganan warga DKI.

Memang, kala menduduki kursi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi mengaku punya solusi mengatasi banjir Jakarta.

Menurut Jokowi, banjir akan mudah diselesaikan dengan dua syarat. Pertama, adanya kemauan untuk menggunakan anggaran pemprov DKI Jakarta. Maka itu dibutuhkan skill dalam manajemen anggaran. Syarat kedua, ungkapnya, upaya mengatasi banjir tersebut tidak diboncengi oleh kepentingan lainnya.

Namun, dalam dua tahun masa kerjanya sebagai Gubernur DKI, masalah banjir tak menemukan solusi yang konkret. Pada saat ia menjabat, Jakarta kembali terendam seperti sebelumnya.

Tapi Jokowi tetap berdalih. Ia mengatakan, persoalan macet dan banjir di Jakarta akan mudah teratasi jika ia menjadi presiden. Dalihnya, seorang presiden akan mudah mengatur dan memerintahkan kepala daerah di kawasan Jabodetabek untuk bekerja sama.

Masalahnya, sejak Jokowi menjadi presiden pada Oktober 2014, banjir tetap rutin berkunjung, sementara pemerintah pusat dan provinsi masih tidak berdaya.

Bisa ditebak pula, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok duduk di urutan pertama sebagai pihak yang paling bertanggung jawab. Pengganti Jokowi ini kerap main tunjuk sana-sini dalam hal yang merugikan warga Jakarta. Ahok pernah menyebut warga miskin yang hidup di bantaran sungai menjadi salah satu penghambat penanganan banjir.  

Ahok juga menuding PLN mematikan listrik sehingga 12 pompa air di Waduk Pluit tidak bekerja maksimal. Hanya dua yang menyala, sementara sisanya mati. Akibatnya, menurut Ahok, pompa tidak bisa menanggulangi luapan air yang banyak.

Namun, setidaknya Ahok sudah meminta maaf kepada warga Ibu Kota karena banyak pemukiman masih terendam banjir. Khususnya di wilayah barat dan timur Jakarta.  [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya