Berita

ace hasan syadzily

Kubu Agung Pertimbangkan Ambil Langkah Hukum terhadap Pimpinan DPR

SELASA, 21 APRIL 2015 | 03:54 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Golkar kubu Agung Laksono bereaksi keras atas keputusan pimpinan DPR melalui Surat Keputusan Nomor 87/PIMP/III/2014-2015 tentang Perubahan Penempatan Keanggotaan pada Komisi DPR RI Masa Keanggotaan Tahun 2014-2019 Tahun Sidang 2014-2015 Dari Fraksi Partai Golkar DPR.

Lewat surat keputusan yang ditandatangi Ketua DPR Setya Novanto berdasarkan surat Pimpinan Fraksi Golkar DPR Nomor SJ.00.287/FPG/DPR RI/IV/2015 tanggal 9 April 2015 itu, sejumlah anggota DPR dari Fraksi Golkar kubu Agung Laksono dirotasi. (Baca: Pimpinan DPR Sahkan Rotasi Fraksi Golkar di Bawah Komando Ade Komaruddin)

Ketua DPP Partai Golkar kubu Agung Laksono, Tb Ace Hasan Syadzily, menegaskan pihaknya akan melaporkan Pimpinan DPR kepada pihak terkait.


Alasannya, Pimpinan DPR RI yang berpihak pada salah satu pihak yang berkonflik dan melanggar aturan perundang-undangan, tidak layak duduk di bangku pimpinan.

"Pimpinan DPR harus berdiri di atas semua golongan dan harus negarawan, bukannya melegalkan fraksi yang tidak memiliki kejelasan posisi hukum. Jika demikian, sudah selayaknya diwacanakan mosi tidak percaya kepada pimpinan DPR yang seperti itu," tegas Ace dalam pesan singkat kepada Kantor Berita Politik RMOL (Selasa, 21/4).

Namun, seperti apa langkah hukum yang akan diambil, dia menambahkan, pihaknya masih mendiskusikannya di dalam internal partai. Mereka juga berencana mencari dukungan dari fraksi-fraksi lain menghadapi langkah Pimpinan DPR tersebut. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya