Berita

Denny Indrayana/net

Menteri Yasonna Akui Proyek Denny Indrayana Bermasalah

RABU, 08 APRIL 2015 | 02:15 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Menkumham Yasonna H Laoly mengakui proyek payment gateway atau pembuatan paspor secara online di Kemenkumham tahun 2014, bermasalah. Seperti diketahui, proyek payment gateway telah menjerat mantan Wamenkumham Denny Indrayana sebagai tersangka atas dugaan korupsi di Bareskrim Polri.

Menurut Menteri Yasonna, dalam proyek itu adan mekanisme pungutan yang bertentangan dengan peraturan Kementerian Keuangan.

"Sistem payment gateway ini dihentikan berdasarkan SK (Surat Keputusan) Kemenkeu karena ada pungutan bukan pajak yang bertentangan dengan Kemenkeu," kata Yasonna saat rapat kerja dengan Komisi III di gedung DPR, Jakarta, Selasa (7/4) malam.


Dia mengungkapkan, terdapat pungutan bukan pajak sebesar Rp 600 juta yang dipungut dari masyarakat pembuat paspor. Uang pungutan masuk ke kantor vendor pengadaan program tersebut. Karenanya, Kemenkeu pun menghentikan proyek ini.

"Yang terpungut masuk ke pemerintah itu Rp 30 miliar, namun ada yang masuk ke vendor itu Rp 600 juta," beber Yasonna.

Politisi PDIP ini menambahkan, pelaksanaan program yang diinisiasi Denny Indrayana kala itu menjadi bias karena sebelum adanya payment gateway sudah ada sistem pembuatan paspor yang diisi via online. Sistem itu berjalan dengan baik tanpa adanya antrian atau pungli.

"Pelayanan (pembuatan paspor) di kantor Imigrasi Jakarta Selatan bahkan mendapat juara kedua dari UKPS Ombudsman (tahun 2012). Ini jelas membuktikan pelayanan sebelum payment gateaway ini sudah baik," jelasnya. [rus]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya