. Mengurus partai politik adalah sama dengan mengurus Republik. Karena itu, semua politisi harus menyadari bahwa politik bukan hanya untuk mementingkan satu golongan tertentu, melainkan untuk berjuang demi kesejahteraan rakyat.
Demikian disampaikan politisi senior PDI Perjuangan, Sabam Sirait. Sabam pun, yang merupakan deklarator dan pendiri PDI pada tahun 1973, mengajak semua kader PDI Perjuangan yang akan melakukan hajatan nasional berupa Kongres IV di Bali, untuk mengingat kembali fungsi dan peran partai politik dalam membangun bangsa.
"Karena mengurus partai sama dengan mengurus Republik maka setiap kader partai tidak hanya harus mengabdi pada negara ketika dia ada jabatan di partai atau jadi pejabat negara lainya," kata Sabam kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Selasa, 7/8).
Sabam, yang menjadi Sekjen PDI Perjuangan sejak 1973 sampai dengan 1986 ini berpesan, menjabat atau tidak di partai, loyalitas kepada partai harus tetap dipegang teguh setiap kader. Sebab demikian juga, kesetiaan pada negara juga harus terus ada, tanpa harus ada jabatan tertentu.
Sabam, yang selalu menyerukan agar dilakukan pendidikan demokrasi oleh semua elemen bangsa, juga menilai kaderisasi di internal PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri sudah berjalan sukses. Terbukti, banyak tokoh-tokoh muda PDI Perjuangan yang kini tampil menjadi pemimpin.
"Contohnya Jokowi. Dia itu pimpinan cabang PDIP Solo yang jadi Walikota, lalu gubernur, dan kini Presiden. Saya tahu dia, karena saya ikut kampanye untuk dia waktu di Solo. Ini artinya, kaderisasi di PDI Perjuangan sudah berjalan," ungkap Sabam, yang diberi anugerah sebagai Bapak Demokrasi Bangsa oleh salah satu media online, yang salah satu diantaranya karena pada 1992, di tengah sidang yang dipimpin Ketua DPR Wahono di era Orde Baru, Sabam berani interupsi dan maju ke meja pimpinan untuk memperjuangkan agar Pemilu menjadi demokratis.
Terkait dengan pemerintahan Jokowi, Sabam menilai harus ada saling kesepahaman antara Jokowi dengan PDIP. Di satu sisi, harus disadari bahwa Jokowi merupakan Presiden Indonesia, dan bukan presiden partai politik. Di saat yang sama, PDI Perjuangan juga harus membantu Jokowi, yang merupakan kader, untuk menyukseskan segala program pemerintah yang sejalan dengan ideologi yang selama ini diperjuangkan oleh partai, yaitu berpihak pada kepentingan rakyat.
"Saya percaya, hubungan Jokowi dengan PDIP akan selalu baik," demikian Sabam.
[ysa]