Berita

sabam-megawati/net

KONGRES PDI PERJUANGAN

Sabam Sirait: Semua Kader Harus Tetap Loyal pada Partai...

SELASA, 07 APRIL 2015 | 17:32 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Mengurus partai politik adalah sama dengan mengurus Republik. Karena itu, semua politisi harus menyadari bahwa politik bukan hanya untuk mementingkan satu golongan tertentu, melainkan untuk berjuang demi kesejahteraan rakyat.

Demikian disampaikan politisi senior PDI Perjuangan, Sabam Sirait. Sabam pun, yang merupakan deklarator dan pendiri PDI pada tahun 1973, mengajak semua kader PDI Perjuangan yang akan melakukan hajatan nasional berupa Kongres IV di Bali, untuk mengingat kembali fungsi dan peran partai politik dalam membangun bangsa.

"Karena mengurus partai sama dengan mengurus Republik maka setiap kader partai tidak hanya harus mengabdi pada negara ketika dia ada jabatan di partai atau jadi pejabat negara lainya," kata Sabam kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Selasa, 7/8).


Sabam, yang menjadi Sekjen PDI Perjuangan sejak 1973 sampai dengan 1986 ini berpesan, menjabat atau tidak di partai, loyalitas kepada partai harus tetap dipegang teguh setiap kader. Sebab demikian juga, kesetiaan pada negara juga harus terus ada, tanpa harus ada jabatan tertentu.

Sabam, yang selalu menyerukan agar dilakukan pendidikan demokrasi oleh semua elemen bangsa, juga menilai kaderisasi di internal PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri sudah berjalan sukses. Terbukti, banyak tokoh-tokoh muda PDI Perjuangan yang kini tampil menjadi pemimpin.

"Contohnya Jokowi. Dia itu pimpinan cabang PDIP Solo yang jadi Walikota, lalu gubernur, dan kini Presiden. Saya tahu dia, karena saya ikut kampanye untuk dia waktu di Solo. Ini artinya, kaderisasi di PDI Perjuangan sudah berjalan," ungkap Sabam, yang diberi anugerah sebagai Bapak Demokrasi Bangsa oleh salah satu media online, yang salah satu diantaranya karena pada 1992, di tengah sidang yang dipimpin Ketua DPR Wahono di era Orde Baru, Sabam berani interupsi dan maju ke meja pimpinan untuk memperjuangkan agar Pemilu menjadi demokratis.

Terkait dengan pemerintahan Jokowi, Sabam menilai harus ada saling kesepahaman antara Jokowi dengan PDIP. Di satu sisi, harus disadari bahwa Jokowi merupakan Presiden Indonesia, dan bukan presiden partai politik. Di saat yang sama, PDI Perjuangan juga harus membantu Jokowi, yang merupakan kader, untuk menyukseskan segala program pemerintah yang sejalan dengan ideologi yang selama ini diperjuangkan oleh partai, yaitu berpihak pada kepentingan rakyat.

"Saya percaya, hubungan Jokowi dengan PDIP akan selalu baik," demikian Sabam. [ysa]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya