Berita

megawati soekarnoputri/net

Politik

MENUJU KONGRES PDIP

Wacana Caketum Selain Mega Dicurigai Upaya Pecah Belah Kesolidan Partai

SELASA, 07 APRIL 2015 | 14:34 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kongres ke-IV PDI Perjuangan akan lebih berfokus pada tukar gagasan dan membahas program-program perjuangan partai ke depan. Sementara isu politik yang muncul terkait wacana calon ketua umum lain, selain Megawati Soekarnoputri, sejatinya hanya upaya memecah belah kesolidan partai.

Begitu kata anggota Fraksi PDIP Charles Honoris kepada Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu (Selasa, 7/4).

Menurutnya, PDI Perjuangan sudah teruji mampu mengatasi situasi semacam ini. Namun satu yang pasti, lanjut Charles, semua struktur di tingkat daerah hingga pusat sudah sepakat akan aklamasi dan mengukuhkan Megawati sebagai ketua umum lagi.


"Justru kongres besok akan diwarnai perdebatan kualitatif terkait menyempurnakan kemenangan Pileg dan Pilpres 2014 dengan program-program yang langsung bisa dirasakan masyarakat. Tiga Pilar yaitu Eksekutif, Legislatif, dan Struktural partai akan disinergikan secara baik dari tingkat pusat sampai kabupaten/kota," tegasnya.

Aklamasi Megawati, lanjutnya, merupakan bentuk aspirasi akar rumput yang pernah disampaikan rakernas PDIP. Sementara salah satu orang yang pertama menyuarakan dukungan kepada Megawati untuk menjabat kembali sebagai ketua umum adalah Pak Jokowi.

Anggota Komisi I itu memastikan bahwa kongres nanti akan berjalan kondusif, sehingga tidak mempengaruhi kinerja Presiden Jokowi dalam menjalankan roda pemerintahan.

"Bagaimanapun, sebagai partai utama pengusung pasangan Jokowi-JK pada pilpres lalu, dinamika yg terjadi di internal tubuh PDI Perjuangan akan sangat mempengaruhi jalannya roda pemerintahan Presiden Jokowi," tandasnya.[wid]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya