Berita

ilustrasi/net

Politik

Survei Membuktikan, Program Nawa Cita Jokowi-JK Kalah Tenar dari Cita Citata

SENIN, 06 APRIL 2015 | 19:47 WIB | LAPORAN:

. Program Nawacita yang didengungkan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi ternyata tak banyak dipahami substansinya oleh masyarakat daerah. Dari survei Indo Barometer di 34 provinsi, sebanyak 88,3% dari 1.200 responden menyatakan tidak pernah mengetahui betul isi dari 9 program prioritas Jokowi tersebut.

"Hanya 11,3% dari 1.200 responden yang kami tanyai baik di Jakarta mau pun di daerah menjawab tahu Nawacita Pak Jokowi. Nawacita perlu dikenalkan juga dan Pak Jokowi jangan anti-sosialisasi," ujar Direktur Indo Barometer M Qodari dalam rilis survei lembaganya di Jakarta, Senin (6/4)

Menurut Qodari, program Jokowi tersebut harus diperkenalkan secara terarah dan terukur, tidak bisa setengah-setengah.
"Kalau nggak dikenalkan secara sistematis ya itu tadi, Cita Citata lebih dikenal daripada Nawacita," gurau dia sambil menyebut nama penyanyi dangdut yang tengah naik daun itu dengan lagu 'Sakitnya Tuh di Sini' dan goyang dumang.

"Kalau nggak dikenalkan secara sistematis ya itu tadi, Cita Citata lebih dikenal daripada Nawacita," gurau dia sambil menyebut nama penyanyi dangdut yang tengah naik daun itu dengan lagu 'Sakitnya Tuh di Sini' dan goyang dumang.

Kata Qodari, data dikumpulkan15-25 Maret 2015 lalu. Surveinya dilaksanakan di 34 provinsi di seluruh Indonesia dengan jumlah responden sebesar 1200 orang (margin of eror sebesar ± 3,0 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen).

Dalam survei, responden dipilih dengan metode multistage random sampling untuk menghasilkan responden yang mewakili seluruh populasi publik dewasa Indonesia (berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan) dan pengumpulan data dengan wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner.

Terkait dengan itu, Nawa Cita Jokowi ketiga  yang berkaitan dengan pembangunan daerah dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan Desa dalam kerangka Negara kesatuan.

"Jokowi berencana membangun negara lewat pinggir perlu diapresiasi, namun mayarakat daerah tetap menunggu realisasinya," ujarnya.

Berdaasarkan hasil survei pada sisi upaya membangun daerah dan desa tertinggal (pinggiran) diapresiasi masyarakat daerah sebesar 53 persen yang puas, 34 persen tidak puas dan 13 persen tidak tahu/ tidak jawab. Sedangkan dari sisi menata daerah-daerah otonomi baru sebanyak 50 persen puas, 29 persen tidak puas dan 21 persen tidak tahu/ tidak jawab.

"Kedepan Jokowi harus meningkatkan itu, kalau bisa menjadi 100 pesen," tegasnya.

Disamping itu dalam melaksanakan pemerataan pembangunan antar wilayah sebanyak 52 persen masyarakat daerah puas, 31 persen tidak puas dan 17 persen tidak tahu/ tidak jawab. Dalam hal melaksanakan Undang-undang tentang desa dengan baik  47 persen masyarakat desa merasa puas, 27 persen tidak puas dan 26 persen tidak tahu/ tidak jawab. [sam]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya