Berita

setya novanto/net

Politik

Setnov: Pemerintah-DPR Sudah Lama Bahas DP Mobil Pejabat

SENIN, 06 APRIL 2015 | 11:44 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Rencana menaikkan anggaran tunjangan uang muka (Down Payment/DP) pembelian mobil pejabat negara sudah lama dibahas antara pemerintah dan DPR. Sementara pengajuan nominalnya didasarkan pertimbangan bahwa perangkat kerja pemerintah dan DPR harus ditingkatkan sesuai dengan tuntutan pekerjaan yang kian berat.

Begitu penjelasan Ketua DPR, Setya Novanto menanggapi pernyataan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi yang akui mengusulkan kenaikan tunjangan DP pembelian kendaraan pejabat negara dari Rp 116.650.000 menjadi Rp 210.890.000, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 39/2015

"Proses Perpres dari pemerintah sudah lama dibicarakan antara Pemerintah dan DPR. Oleh karena, itu diperlukan dukungan perangkat kerja yang memadai sehingga hasilnya lebih optimal," jelasnya saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Senin, 6/4).


Dijabarkan Setnov, begitu ia disapa, anggota DPR dituntut lebih banyak berada di tengah konstituen guna menyerap langsung aspirasi rakyat. Atas kepentingan itu, maka dipikirkan bagaimana solusinya. Salah satu yang muncul adalah dengan memberikan DP kendaraan untuk mobilitas kerja seperti di masa pemerintahan sebelumnya.

"Soal pengajuan kenaikan DP kendaraan, tentu didasarkan kondisi kebutuhan atas mobilitas kinerja, meskipun ini kita serahkan kepada kemampuan keuangan negara," jelas Novanto.[wid]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya