Berita

ilustrasi

JK Pertimbangkan Gandeng Jepang Lokasi Pelabuhan Cilamaya Digeser

MINGGU, 05 APRIL 2015 | 09:05 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan, pemerintah akan mempertimbangkan tawaran Jepang untuk menangani pem­bangunan pelabuhan di lokasi baru setelah batal dibangun di Cilamaya. Menurut Kalla, lokasi pembangunan pelabuhan dipindahkan kurang lebih 20 hingga 30 kilometer ke arah timur Cilamaya.

"Ya Jepang sudah menawar­kan, nanti kita pertimbangkan, dan itu pindahnya hanya kira-kira 20 hingga 30 kilometer," kata Kalla di Jakarta.

Setelah membatalkan pembangunan pelabuhan di Cilayama, Pemerintah akan kembali mengadakan uji kelayakan ulang pada lokasi baru. Ia juga tidak mempersoalkan dana yang sudah dikeluarkan untuk uji kelayakan Cilamaya sebe­lumnya.


Menurut dia, nilai biaya tersebut tidak terlalu besar jika dibandingkan kerugian yang bakal diderita pemerintah apabila pembangunan rencana pelabuhan di Cilamaya dilan­jutkan. "Kan baru survei awal, belum detail engineering, be­lum. Yang mahal, yang lama itu detail engineering-nya, ini baru survei awal bahwa ini feasible, tetapi ternyata kurang mempertimbangkan masalah keamanan di luar," kata dia.

Pembangunan pelabuhan di Cilamaya dibatalkan karena mempertimbangkan rencana lokasi pembangunan yang ber­singgungan dengan sejumlah anjungan dan pipa-pipa gas mi­lik PT Pertamina yang tersebar di kawasan Cilamaya.

Selain bicara soal rencana pembangunan pelabuhan, JK juga bicara soal panitia seleksi (pansel) bagi calon Pimpinan KPK yang akan dibentuk pada April ini. Dia berharap pansel diisi para tokoh yang memi­liki kredibilitas. Selain itu, kata Kalla, Pansel diharapkan bisa menjaring calon pimpinan KPKyang mengerti kebutuhan lembaga antikorupsi tersebut. "Yang baik, yang mengerti (kebutuhan KPK), yang punya kredibilitas," kata JK.

Pemerintah mulai bersiap membentuk Pansel Pimpinan KPK untuk menggantikan pimpinan KPK yang masa tugasnya berakhir Desember 2015 mendatang. Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly mengatakan, Pansel akan dibentuk pada bulan April ini.

Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto membenarkan adanya persiapan pembentukan Pansel KPK. Saat ini, tengah dilakukan koordinasi antara Kementerian Hukum dan HAM, Sekretariat Negara, dan Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan.

Senada dengan Yasonna, Andi mengatakan, hingga kini belum ada nominasi nama-na­ma anggota pansel. Pemerintah masih fokus pada kajian ter­hadap kebutuhan dan meka­nisme yang akan dilakukan panitia seleksi.

Lebih lanjut, Andi menegaskan, pembentukan tim pansel saat ini bukan karena ada percepatan masa jabatan Pimpinan KPK. Masa tugas para Pimpinan KPK dipastikan berakhir Desember 2015. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Prabowo Joget Tabola Bale Bersama Warga Miangas

Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08

Pengamat Nilai Kritik Amien Rais ke Seskab Teddy Masuk Ranah Privat

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:55

Perempuan Bangsa Dampingi Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Pati

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:11

Prabowo Dorong Dialog ASEAN Hadapi Krisis Myanmar dan Konflik Perbatasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:00

ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Krisis Global

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:35

Konflik AS-Iran Mendorong Harga Pangan Global ke Level Tertinggi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:17

Lisa BLACKPINK Dipastikan Tampil di Opening Piala Dunia 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:56

Survei NRI: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 80 Persen

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:45

Waspada Hantavirus dari Tikus, Ini Cara Mencegah Penyebarannya

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:33

Brimob Diterjunkan Saat Penggerebekan Judi Online Internasional di Jakbar

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:22

Selengkapnya