Berita

Hukum

Gerebek Pabrik Pupuk, Aparat TNI Dikritik Bertindak Melebihi Tugasnya

JUMAT, 03 APRIL 2015 | 18:45 WIB | LAPORAN:

Tindakan aparat Kodim 0809 Kediri, Jawa Timur, turun tangan menggerebek dua pabrik skala rumah tangga dengan alasan tidak punya izin produksi, menuai kritikan tajam dari kalangan praktisi hukum. TNI dinilai sudah bertindak melebihi wewenangnya.

"Apakah sikap dan gejala ini sebagai sebuah pertanda untuk menunjukan powernya bahwa TNI tidak tunduk dan tidak menghargai pemerintahan saat ini," tanya Ketua Perhimpunan Magister Hukum Indonesia (PMHI), Fadli Nasution kepada Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu (Jumat, 3/4).

Menurut Fadli, sudah terlalu sering aparat TNI melakukan upaya-upaya penindakan hukum yang seharusnya menjadi wewenang kepolisian.


"Hal semacam ini tidak pernah terjadi di zaman Presiden SBY," pungkasnya.

Diberitakan, dua hari berturut-turut aparat Kodim 0809 Kediri dengan menggandeng beberapa elemen terkait, melakukan penggerebekan ke pabrik-pabrik skala rumah tangga yang diduga memproduksi pupuk secara ilegal.

Kali pertama, penggerebekan dilakukan pada Rabu 1 April terhadap pabrik pupuk cair milik Heri Subianto (40), di Dusun Bungkal, Desa Sambirobyong, Kecamatan Kayen, Kabupaten Kediri. Penggerebekan itu dilakukan karena produksi ditengarai tidak dilengkapi izin yang sah.

Usai penggerebekan itu, pemilik pabrik kemudian diamankan untuk diserahkan ke Unit Reserse Kriminal Polres Kediri. Pemilik akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Selang satu hari kemudian, Kamis 2 April, penggerebekan juga dilakukan terhadap pabrik pembuatan pupuk milik Adenan, warga Dusun Santren, Desa Nanggungan, Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri. Penggerebekan itu juga menemukan indikasi tidak lengkapnya perizinan produksi.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya