Berita

Nusantara

Warga Harus Membuka Diri terhadap Calon Selain Risma

KAMIS, 02 APRIL 2015 | 23:41 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Surabaya dikenal sebagai kota yang dinamis dan terbuka. Warganya terbilang cukup rasional, plural dan matang. Untuk itu, dalam pemilihan walikota Surabaya nanti, arek Surabaya diminta untuk lebih mau membuka diri terhadap calon lain yang mungkin lebih baik dibanding Tri Rismaharini.

Begitu kata pengamat politik Universitas Brawijaya Faza Dhora Nailufar dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sesaat lalu (Kamis, 2/4).

"Risma tadinya juga tidak dikenal. Selain bukan asli Surabaya, sebagai seorang kepala dinas pertamanan, kebijakan memperbanyak taman kota dan penghijauan sesungguhnya adalah legacy Walikota Bambang DH dan sudah berjalan sejak dulu," ujarnya.


Karena dianggap punya prestasi saat menjadi kepala dinas itu, Risma bisa merebut hati sebagian besar masyarakat Surabaya.

"Risma bukan orang asli Surabaya. Ia kelahiran Kediri, hanya saja tinggal lama di Surabaya. Itu menunjukkan masyarakat Surabaya sangat terbuka dan memilih pemimpin karena karyanya," tambah Faza.

Namun begitu, Faza menilai jika karakter kepemimpinan Risma yang cenderung kurang dewasa masih terus dipertahankan hingga akhir masa jabatannya, maka bukan tidak mungkin publik Surabaya menginginkan pemimpin baru.

"Satu periode Risma hingga awal 2015 ini ia masih kurang dewasa dalam mengelola konflik. Pola komunikasi politiknya dengan kelompok oposisi, bahkan dengan partai pendukungnya, PDIP, terlalu konfrontatif. Hal itu tidak produktif dalam mewujudkan agenda pembangunan kota secara nyata,” ungkap Faza.

Menurut dia, jika dalam Pilkada nanti ada sosok baru, muda, dan bisa bekerja sama dengan seluruh pihak, termasuk dengan partai politik dan DPRD untuk memajukan Surabaya, maka perlu sosok tersebut adalah sosok alternatif tepat menggantikan Tri Risma.

Disebutkan Faza, sosok muda seperti Bupati Banyuwangi Azwar Anas atau Walikota Bandung Ridwan Kamil sebenarnya tidak terlalu dikenal masyarakat. Namun karena mereka punya potensi yang berbeda dan profesional, saat menjabat, kinerjanya pun terbukti memuaskan.

"Risma memang banyak prestasi dan gebrakannya. Tapi bukan tidak mungkin masih banyak sosok pemimpin alternatif lain yang setidaknya bisa melanjutkan semua prestasi Risma, dan membenahi PR yang belum selesai selama satu periode ini, khususnya persoalan pembangunan infrastruktur kota yang ironisnya terbilang rendah," demikian Faza.[dem]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya