Berita

ilustrasi/net

Pabrik Semen Pertama di Papua Akan Segera Dibuka

KAMIS, 02 APRIL 2015 | 14:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Untuk pertama kalinya, pabrik semen akan dibuka di bumi Cendrawasih Papua. Pembukaan pabrik semen ini merupakan kerjasama Pemerintah Kabupaten Jayapura dengan PT Semen Indonesia

"Kerjasama ini sejalan dan membantu mewujudkan rencana Pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam percepatan pembangunan Indonesia Bagian Timur," kata Bupati Jayapura Mathius Awoitauw dalam keterangan persnya beberapa saat lalu (Kamis, 2/4).

Mathius mengatakan, Presiden Joko Widodo telah berulang kali berpesan kepada dirinya bahwa Papua itu harus dibangun dan itu menjadi salah satu prioritas pemerintahan saat ini. Dalam pembangunan, lanjut Mathius, dibutuhkan bahan-bahan yang di antaranya semen.


"Pabrik semen ini juga akan membuka lapangan kerja bagi putra putri Jayapura. Maka dari itu putra putri Jayapura, Papua harus mempersiapkan diri secara kemampuan untuk mendapatkan kesempatan kerja yang ada di pabrik semen ini," ujar Mathius.

Mathius menggambarkan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten dengan PT Semen Indonesia seperti jodoh yang sudah ditakdirkan Tuhan. Menurutnya, PT Semen Indonesia memiliki keahlian dan komitmen untuk mengembangkan industri semen di Papua karena prospek konsumsi semen yang menjanjikan serta peluang ekspor ke Papua New Guinea (PNG).

"Di sisi lain, kami penduduk Jayapura ingin berbagai industri strategis yang membutuhkan semen mudah dikembangkan di sini supaya ekonomi Jayapura dapat berkembang lebih pesat. Jadi sudah bersinergi dan sekarang kita kawinkan. Sebab bila industrinya dibangun, ekonominya bisa makin kuat, dan kualitas kehidupan rakyat di sini bisa makin meningkat. Inilah Jayapura baru yang ingin dicapai," kata Mathius.

Mathius mengatakan, rencana pemancangan tiang pertama pabrik dengan kapasitas 1 juta ton semen/tahun ini ditargetkan bulan Januari 2016, dengan biaya investasi sekitar 150 juta dolar AS. Pabrik semen ini rencananya akan diselesaikan dalam waktu sekitar tiga tahun ke depan.

Mathius mengatakan, sebuah kebanggaan dalam kerjasama ini karena pembangunan pabrik semen ini dikerjakan oleh BUMN dengan BUMD Kabupaten Jayapura. "Sinergi BUMN dengan BUMD dalam pengembangan industri semen di Jayapura dapat menjadi contoh baik perwujudan 'dari Indonesia, untuk Indonesia' yang saling menguntungkan," ujar Mathius.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Usaha dan Strategi Bisnis PT Semen Indonesia Rizkan Chandra mengatakan, pembangunan pabrik semen di Jayapura yang berkapasitas 1 juta ton per tahun ini diharapkan dapat memenuhi permintaan kebutuhan semen di Provinsi Papua yang pada tahun 2014 mencapai sekitar 800.000 ton.

Kerjasama ini dituangkan dalam acara dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura di Kabupaten Jayapura pada hari ini menindaklanjuti tandatangan MOU di Gresik pada tanggal 26 Februari 2015. Acara itu dihadiri anggota-anggota DPRD Kabupaten Jayapura, Muspida serta beberapa tokoh masyarakat kabupaten tersebut. [ysa]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya