Berita

margarito kamis/net

Politik

Polisi Wajib Tangani Kasus Perebutan Ruang Fraksi Golkar

RABU, 01 APRIL 2015 | 19:46 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kepolisian harus turun tangan menyelidiki aksi puluhan orang yang beringas memaksa masuk ke dalam ruang pimpinan Fraksi Partai Golkar DPR RI.

Massa yang dipimpin oleh pentolan Partai Golkar versi Munas Ancol, Yorris Raweyai, itu memaksa masuk dengan cara mendobrak pintu menuju ruang rapat Pimpinan Fraksi Partai Golkar di lantai lantai 12, Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta pada Senin (30/3).

Pengamat hukum tata negara, Margarito Kamis, mengatakan, aparat harus segera turun tangan atas aksi kubu Agung Laksono tersebut.


"Ruangan Fraksi Golkar di DPR itu milik negara, bukan Golkar. Karena itu, tidak seorang pun boleh merusaknya, apalagi melakukan pendudukan," katanya kepada wartawan, Rabu (1/4).

Margarito pun meminta aparat kepolisian segera bertindak untuk menyelidiki kasus tersebut dan bukan menunggu pelaporan dari kedua pihak.

"Polisi wajib menyelidiki. Polisi tidak bisa menunggu," tambahnya

Lebih lanjut dia menegaskan, kubu Agung Laksono tidak boleh sepihak mengklaim memimpin fraksi Partai Golkar di DPR. Sebab belum ada paripurna pimpinan DPR yang mengesahkan pergantian kepemimpinan fraksi.

"Poses pengadilan soal kepemimpinan partainya juga belum tuntas, " tegasnya.

Diberitakan sebelumnya bahwa kubu Agung membantah menduduki ruang Pimpinan Fraksi Partai Golkar.

"Kami tidak pernah menduduki, sebagaimana di luar kebiasaan," ucap politisi Golkar kubu Munas Ancol, Agus Gumiwang. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya