Berita

Politik

Komisi I Anggap Kominfo Tergesa-gesa Blokir Situs Radikal

RABU, 01 APRIL 2015 | 16:51 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Komisi I DPR RI menyesalkan sikap Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terlalu terburu-buru dalam menutup situs-situs yang dianggap menyebarkan paham radikal di Indonesia. Apalagi, saat ini pemerintah belum punya batasan dalam menerjemahkan arti radikalisme.

Begitu diutarakan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Tantowi Yahya saat rapat dengar pendapat dengan pengelola situs yang diblokir pemerintah di ruang rapat Komisi I, gedung DPR, Senayan, Jakarta (Rabu, 1/4).

"Pemerintah sendiri belum punya batasan atau aturan, apa yang dimaksud dengan situs yang berisi paham atau ajaran radikalisme," ujarnya.


Tantowi mengatakan bahwa Komisi I siap mendukung pemerintah dalam melakukan batasan terhadap situs yang mengajarkan radikalisme. Namun begitu, hal tersebut tentu harus dibarengi dengan kajian mendalam terlebih dahulu.

"Komisi I menyesalkan karena keputusan pemerintah itu tidak didahului dengan pengkajian. Seharusnya Kominfo membentuk tim untuk membuat batasan, analisis situs yang mengandung paham radikalisme seperti apa," tandasnya.[wid]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya