Berita

foto:net

Politik

KMP Sepakat Kecam Insiden Jebol Pintu Fraksi Golkar

RABU, 01 APRIL 2015 | 15:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Pimpinan fraksi partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) DPR RI mengecam insiden premanisme pada Senin (30/3) sore di ruang pimpinan Fraksi Golkar lantai 12 gedung DPR RI.

Dalam sebuah pers rilis yang dibacakan Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto, kecaman berjudul "Politik adalah Perjuangan Tanpa Kekerasan" itu berisi 4 poin utama.

"Pertama, Kami mengecam dengan tegas segala tindakan pemaksaan kehendak dan kekerasan yang terjadi dalam gedung DPR RI. Insiden tersebut merupakan preseden buruk bagi keberlangsungan demokrasi di Indonesia, dengan sengaja melakukan tindakan premanisme dan vandalisme dengan cara membobol pintung ruang pimpinan fraksi Golkar," ujar Yandri dalam konferensi pers di ruang Fraksi Golkar, gedung DPR, Senayan, Jakarta (Rabu, 1/4).


Kedua, lanjutnya, KMP mendorong pihak keamanan agar tidak lagi melakukan pembiaran terhadap segala bentuk kekerasan di simbol negara demi menjaga kehormatan parlemen. Selain itu, KMP juga mendorong agar Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) segera mengklarifikasi dan menindaklanjuti, serta memberikan sanksi tegas atas tindakan kekerasan dan pemaksaan kehendak oknum anggota DPR RI.

"Ketiga, sesuai Tatib DPR sekaligus mengacu pada UU MD3, serta UU Nomor 2 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas UU Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik, kami menegaskan bahwa pimpinan Fraksi dan AKD Fraksi Golkar saat ini masih tetap berlaku dan masih menjalankan fungsi sesuai perundang-undangan," lanjutnya.

Sementara dalam poin terakhir, KMP mengaku akan tetap konsisten memperjuangkan kebenaran melalui mekanisme yang sesuai dengan koridor hukum dan berjanji tidak akan memakai cara-cara premanisme.

"Biarkan hukum menjalankan fungsinya dalam mengembalikan masyarakat yang sedang berkonflik dalam keadaan semula," tandasnya. [rus]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya