Berita

Roh Kebangsaan Mulai Luntur

SELASA, 31 MARET 2015 | 02:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Nilai kebersamaan pada masyarakat saat ini sudah mulai luntur. Berbagai hal yang tidak menunjukkan nilai-nilai luhur kehidupan berbangsa mulai terjadi di belahan Indonesia.

Begitu kata Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dalam sosialisasi pilar kebangsaan di kantor Gubernur Jateng, Semarang (Senin, 30/3).

"Indonesia yang kaya nilai-nilai malah bisa ada tawuran antar kampung, ribut di sana sini. Ini buah dari reformasi yang negatif, yaitu roh kebangsaan yang mulai memudar. Padahal musyawarah mufakat itu indah, tidak menimbulkan luka," ujar ketua umum PAN itu.


Penyebab mulai lunturnya roh kebangsaan itu, lanjutnya, adalah Pancasila dan UUD 1945 yang sudah tidak dianggap penting lagi. Doktrin yang sebelumnya gencar disosialisasikan pada masyarakat mengenai Pancasila dan UUD 1945, lanjutnya, tidak lagi diteruskan pasca reformasi.

"Misalnya, dulu Manggala BP7 tiap provinsi ada. Jadi doktrin Pancasila UUD 1945 tentang pentingnya gotong royong harusnya terus menerus digaungkan. Itu yang harusnya kita perbaiki sesuai zaman. Tapi sayangnya mulai 1998 tidak ada lagi," kata Zulhas, sapaan akrabnya.

Menurutnya, nilai-nilai luhur bangsa tidak mungkin berhenti diajarkan dan disampaikan. Tapi nilai tersebut harus terus-menerus disosialisasikan melalui inovasi-inovasi baru agar masyarakat tidak semakin lupa dan dapat bisa membumi menjadi perilaku sehari-hari seluruh rakyat Indonesia.

"Kalau dulu sifatnya doktrin, sekarang diperbaiki, disesuaikan dengan zaman. Semua pihak juga harus terlibat," tandasnya.[dem]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya