Berita

Hukum

Ini Mengapa Sutan Ajukan Praperadilan Kasusnya

SENIN, 30 MARET 2015 | 17:52 WIB | LAPORAN:

Hingga saat ini hanya Sutan Bhatoegana yang dijerat kasus suap SKK Migas. Padahal, keterangan saksi dan terdakwa di persidangan menyebut beberapa anggota DPR periode 2009-2014, terutama di Komisi VII turut menerima suap dalam bentuk uang Tunjangan Hari Raya.  

Dalam persidangan sebelumnya itu, disebutkan, uang suap dari Komisaris PT Kernel Oil Private Limited, Simon Gunawan Tanjaya tak hanya diterima Sutan tapi juga politisi Golkar, Arsyad Juliarandy Rahman (Pelaksana Tugas Gubenur Riau).

"Aneh kok hanya Sutan Bhatoegana sebagai petinggi Partai Demokrat saja yang dijadikan tersangka, sementara beberapa anggota DPR RI komisi VII  periode 2009- 2014 yang juga disebut dalam persidangan dan amar Putusan Rudi Rubiandini seperti Arsyad Djuliandi Rahman dari partai Golkar tidak dijadikan tersangka dan ditahan," ujar koordinator Indonesia Migas Watch (IMW) Rachman Moeklis dalam siaran pers yang diterima wartawan di Jakarta, Senin (30/3).


Dengan fakta ini, menurut Rachman, bisa diartikan, KPK tidak punya keinginan untuk serius memberantas 'tikus-tikus' penerima suap yang ada di Senayan. Karenanya IMW mendesak Jaksa Agung dan Polri segera mengambil alih kasus tersebut dengan menyeret nama-nama para politikus Senayan yang namanya disebutkan dalam persidangan kasus dugaan suap kegiatan di lingkungan SKK Migas tahun 2012-2013.

"Jika KPK terus tebang pilih, cara kerja KPK maka sah-sah saja para tersangka korupsi mengajukan praperadilan, karena mereka merasa dikorbankan dalam setiap kasus-kasus korupsi yang ditangani KPK," pungkasnya.[wid]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya