Berita

Fadli Ferryansyah/net

Politik

IMM Jakarta Siap Bantu Pemerintah Tangkal ISIS

MINGGU, 29 MARET 2015 | 03:45 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Manuver kelompok ISIS dalam memperluas jaringan semakin gencar dilakukan. Skema rekrutmen ISIS ini harus segera dibedah, agar jaringan radikal yang bertentangan dengan nilai luhur Pancasila tersebut bisa ditangkal keberadaaanya di Indonesia.

"Jangan lagi ada WNI yang berkedok umroh tapi ternyata gabung ISIS. Ini bukti pemerintah lemah dalam hal mengawasi perkembangan kelompok-kelompok radikal yang mengancam kedaulatan NKRI," ujar Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DKI Jakarta Fadli Ferryansyah saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta (Minggu, 29/3).

Disebutkan Fadli, Pancasila dan NKRI merupakan pilar-pilar kebangsaan yang harus dijunjung tinggi rakyat Indonesia. Sehingga, jika ada paham yang tidak sejalan dengan pilar bangsa tersebut, maka wajib hukumnya untuk diberangus


"Pancasila sudah jelas sebagai ideologi yang disepakati bangsa Indonesia. Apabila ada paham yang bertentangan dengan Pancasila, seperti ISIS, itu harus dimusnahkan," ujarnya.

Sebagai organisasi mahasiswa yang berbasis di kampus-kampus, utamanya perguruan tinggi Muhammadiyah, IMM Jakarta siap membantu pemerintah menjadi benteng terdepan pencegahan paham-paham radikal, seperti ISIS.

Caranya, lanjut Fadli, dengan memberikan pemahaman mengenai Islam rahmatan lil 'alamin kepada para kader yang tersebar di banyak komisariat seluruh Jakarta. Selain itu, pemahaman mengenai arti pentingnya pilar-pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara juga harus digalakkan kepada para kader ditingkatkan komisariat, daerah, hingga pusat. Untuk kemudian, kader yang bersentuhan langsung dengan masyarakat itu bisa menjadi agen-agen muslim yang aktif menangkal laju pergerakan kaum radikal.

"IMM Jakarta sudah menginstruksikan ribuan kader di seluruh Jakarta untuk aktif memerangi kelompok-kelompok yang mengancam NKRI dan menodai Islam," tandasnya. [ian]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya