Berita

wihadi wiyanto

Politik

Ini Kasus Tambahan yang Membuat Menkumham Layak Dikasih Angket

JUMAT, 27 MARET 2015 | 16:08 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, seharusnya menganti Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Dirjen HKI) karena telah membunuh industri kreatif yang berbasiskan hak cipta.

"Dengan mengubah UU hak cipta dari delik biasa menjadi delik aduan, telah menyebabkan kesulitan polisi dalam memberantas pembajakan film. Polisi harus menunggu aduan dari pelaku industri yang dirugikan," ujar anggota Komisi III DPR RI, Wihadi Wiyanto, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (27/3).

Juga, lanjutnya, masih banyak polisi yang belum tahu mekanisme pengaduannya, sehingga polisi pun sering mempersulit pengaduan pihak pelaku industri karena tidak ada juklak (petunjuk pelaksanaan) dari Menkumham dan Dirjen HKI.


"Kondisi ini sudah berjalan sejak UU tersebut diundangkan pada September 2014. Jadi ada kesengajaan dari pihak Dirjen HKI," jelasnya.

Dia mengungkap, pada saat sidang dengar pendapat dengan Menkumham pada periode sidang yang lalu, sudah diminta untuk secepatnya membuat juklak tersebut. Namun, hingga saat ini tidak ada reaksi dari Dirjen HKI maupun Menkumham.

Menurut politisi Partai Gerindra ini, kasus di atas adalah cacat tambahan Menkumham yang sekarang sedang terancam angket DPR RI terkait isu intervensi partai politik.

"Selain hak angket tentang masalah partai politik, Menkumham ternyata juga tidak cakap dalam menjalankan tugas-tugasnya karena yang seharusnya diganti itu Dirjen HKI, bukan Dirjen AHU seperti yang terjadi sekarang," ujar Wihadi.

"Dirjen HKI berbuat sesuka hati dan dibiarkan menteri yang sibuk berpolitik. Hak angket sepertinya memang layak untuk Menkumham," tambahnya.

Wihadi pun menyatakan bahwa saat ini sedang ada wacana untuk menggugat (jidicial review) UU Hak Cipta Pengganti UU No 19 Tahun 2002 itu ke Mahkamah Konstitusi. [ald]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

PUI: Pernyataan Kapolri Bukan Ancaman Demokrasi

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:52

BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA Sesuai UUD 1945

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:34

HMI Sumut Desak Petugas Selidiki Aktivitas Gudang Gas Oplosan

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:26

Presiden Prabowo Diminta Bereskan Dalang IHSG Anjlok

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:16

Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Praka Hamid Korban Longsor Cisarua

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:54

PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:53

TSC Kopassus Cup 2026 Mengasah Skill dan Mental Petembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:23

RUU Paket Politik Menguap karena Himpitan Kepentingan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:45

Kuba Tuding AS Lakukan Pemerasan Global Demi Cekik Pasokan Minyak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:44

Unjuk Ketangkasan Menembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:20

Selengkapnya