Berita

Zulkifli Hasan/net

Politik

Inilah Alasan PAN Tak Ikut Angket Menkumham

KAMIS, 26 MARET 2015 | 15:13 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai Amanat Nasional (PAN) tidak mau ada masalah baru yang membuat masyarakat muak atas kekacauan politik yang belakangan terjadi. Itu alasan partai berlambang matahari tersebut tidak mau ikut mengajukan hak angket terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi yang dinilai berpihak dalam kasus Golkar dan PPP.

Begitu ditegaskan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Kamis, 26/3).

"Wakil rakyat di DPR harus fokus melayani rakyat, menjalankan program-program yang menyejahterakan rakyat. PAN jangan jadi bagian dari masalah," tegasnya.


Ditambahkan Zulhas, begitu ia disapa, bahwa rakyat sudah lelah dengan kekacauan politik yang selama ini terjadi, ditambah persoalan ekonomi yang tak kunjung ada solusinya.

"Harusnya wakil rakyat memberikan alternatif, solusi bagi bangsa atas permasalahan yang terjadi. Kita lihat nilai tukar (rupiah) yang sekarang di atas kewajaran, kenaikan harga sembako, jurang kemiskinan yang semakin lebar. DPR ini banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan," lanjutnya.

Maka dari itu DPP PAN mengambil sikap untuk tidak mengusung hak angket kepada Menkumham Yasonna Laoly karena dianggap berpihak pada konflik internal parpol.

"Itulah makanya saya minta PAN tak ikut-ikutan angket baik ditingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun pusat. Itu sikap resmi DPP PAN," ungkap Ketua MPR ini. [rus]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya