Berita

m.nazaruddin/net

Hukum

KPK Periksa Penggerak Bisnis Nazaruddin

KAMIS, 26 MARET 2015 | 14:00 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap saksi bernama Menarsih. Pihak swasta itu diperiksa terkait dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan Rumah Sakit Khusus Pendidikan Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana, Bali tahun 2009.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MDM (Made Meregawa)," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha di kantornya, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Kamis (26/3).

Informasi yang dihimpun, Menarsih merupakan salah satu anak buah mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin yang juga pemilik Permai Grup, pemenang tender proyek tersebut. Menarsih disebut-sebut mesin utama penggerak bisnis Nazaruddin di Permai Grup.


Proyek-proyek yang digarap Menarsih kebanyakan di Departemen Kesehatan. Biasanya berurusan dengan pengadaan peralatan rumah sakit, laboratorium maupun pendirian rumah sakit.

Ditenggarai kuat, Menarsih akan digali keterangannya seputar korupsi Alkes Rumah Sakit Khusus untuk Pendidikan  Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana, Bali yang menjerat Made Meregawa dan Marisi Matondang sebagai tersangka.

KPK sebelumnya telah menetapkan Made Meregawa sebagai tersangka dalam kasus itu. Selain kepala Biro Umum dan Keuangan sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek alkes itu, KPK juga menetapkan Marisi Matondang sebagai tersangka.

Marisi merupakan anak buah M. Nazaruddin yang menjabat direktur PT. Mahkota Negara, anak usaha Permai Grup.

Kasus dugaan korupsi proyek Alkes di Universitas Udayana ini senilai Rp 16 miliar dengan kerugian keuangan negara sebesar Rp 7 miliar.[wid]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya