Berita

Hukum

KPK juga Kumpulkan Data Korupsi UPS

SELASA, 24 MARET 2015 | 18:53 WIB | LAPORAN:

. Komisi pemberantasan korupsi (KPK) masih menunggu hasil audit APBD DKI Jakarta tahun 2014 mengenai adanya dugaan mark up Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2015. Penelusuran ini merupakan pendalaman KPK atas laporan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok mengenai dana siluman di APBD pada akhir Februari lalu

Pelaksana tugas (plt) Wakil Ketua KPK Johan Budi mengungkapkan, pihaknya telah terjun ke lapangan untuk menggali informasi. Lanjut Johan, dalam kasus ini KPK tidak hanya mendalami persoalan Uninterruptible Power Supply (UPS) di APBD 2014 saja, melainkan keseluruhan laporan mengenai dugaan kasus korupsi di RAPBD 2015

"Kita sudah turun, mencari mengumpulkan keterangan. Salah satu yang dilakuakan, poin-poinnya soal UPS, tapi yang kita dalami bukan hanya salah satu yang dilaporkan aja, banyak hal," ujar Johan di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jakarta Selatan, Selasa (24/03).


"Audit 2014 kita masih menunggu. Hasil audit 2012-2013, kita sudah mendapatkannya" sambung Johan.

Meski pihak Polda Metro jaya telah menangani kasus UPS, Johan menjelaskan KPK tetap mendalami laporan Ahok.

Ahok sebelumnya melaporkan dokumen APBD 2012, 2013, 2014; serta Rancangan APBD (RAPBD) 2015 dan versi DPRD DKI ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tujuan Ahok memberikan dokumen tersebut untuk membuka permainan anggaran dan dugaan mark up di setiap APBD DKI Jakarta. [sam]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya