Berita

ilustrasi pengungsi suriah/net

Dunia

ISIS Bikin Nasib Warga Suriah Tersingkir dari Sorotan Publik

SELASA, 24 MARET 2015 | 11:56 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Semakin besarnya pemberitaan media soal perkembangan kelompok militan ISIS menyisakan duka bagi warga Suriah. Betapa tidak, perhatian masyarakat global cenderung terpusat pada ISIS dan bukan pada nasib warga Suriah yang memerlukan bantuan akibat konflik berkepanjangan.

"Ketika perhatian global difokuskan pada ancaman perdamaian dan keamanan di mana kelompok terorisme seperti ISIS dan Nusra Front berpose, fokus kami harus terus berada pada bagaimana membantu dan mendukung warga Suriah," kata Sekjen PBB Ban Ki-moon dalam laporan terbaru seperti dimuat Reuters (Selasa, 23/3).

Dalam laporan bulanan ke-13 Dewan Keamanan PBB mengenai Suriah itu, Ban menyebut bahwa kurangnya akuntabilitas selama empat tahun perang sipil telah meningkatkan kejahatan perang di Suriah, termasuk kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan HAM lainnya. Bukan hanya itu, Dewan Keamanan PBB juga menemukan kekerasan dan hambatan birokrasi dalam upaya pengiriman bantuan kepada 12 juta warga Suriah.


Kata Ban, ada lebih dari 220 ribu orang yang tewas sejak pasukan keamanan menggulingkan gerakan pro demokrasi tahun 2011 lalu. Sejak saat itu, konflik bersenjata mulai melebar dan memaksa sekitar 4 juta warga Suriah angkat kaki dari negaranya dan 7.6 juta lainnya mengungsi di dalam negeri.

Namun nasib jutaan warga Suriah yang membutuhkan bantuan itu, masih kata Ban, terbengkalai. Pasalnya, kelompok ekstrimis seperti ISIS yang berulah di Irak dan Suriah telah mengeksploitasi kekacauan dan upaya-upaya diplomatik yang rumit.

Ban menyebut, penyerahan bantuan kepada warga Suriah itu menjadi lebih menantang karena adanya kekerasan dan ketidakamanan, pergeseran garis konflik, gangguan yang disengaja oleh pihak dalam konflik, serta prosedur administrasi yang menghambat penyaluran bantuan yang efektif.

Ban juga menambahkan, masih ada sekitar 4.8 juta warga Suriah yang belum bisa mendapatkan bantuan kerena berada di wilayah terkepung. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya