Berita

fahri hamzah/net

Politik

Inti Pertemuan Prabowo Cs, KMP Siap Ambil Tindakan soal Keberpihakan Menkumham

SELASA, 24 MARET 2015 | 10:54 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Presidium Koalisi Merah Putih (KMP) Senin malam (23/3) mengadakan pertemuan di kediaman Ketua Umum PPP Djan Faridz membahas surat keputusan (SK) Menkumham Yasonna Laoly yang mengesahkan kepengurusan Golkar Munas Ancol dan PPP Muktamar Surabaya.

Sekretaris Harian KMP Fahri Hamzah menjelaskan, kesimpulan dari pertemuan itu adalah KMP akan mengambil sikap atas SK Menkumham tersebut.

"Fokus pertemuan semalam adalah pembahasan laporan dari tim hukum PPP dan Golkar dan menunjukkan SK Menkumham ini merupakan kesalahan fatal," sebut Wakil Ketua DPR RI ini di Komplek Senayan, Jakarta (Selasa, 24/3).


Kesalahan fatal, karena menurut KMP, Menkumham Yasonna Laoly dianggap memihak kepada salah satu pihak yang berseteru.

"Karena Yasonna memperlakukan dua kubu dalam PPP dan Golkar dengan tak seimbang, dan ada dugaan intervensi dalam SK tersebut," lanjut politisi PKS ini.

Kesimpulan yang didapat dari presentasi tim hukum Partai Golkar dan PPP, lanjut dia adalah Yasonna dianggap tak mengerti putusan Mahkamah Partai Golkar dan hasil Muktamar PPP.

"Memberikan langsung persetujuan hasil Mukatamar (Surabaya) tanpa pertimbangan dan hasil putusan Mahkamah Partai Golkar yang padahal tak memutuskan apa-apa. Yang dilakukan Laoly ini adalah intervensi sepihak," sambungnya.

"Kesimpulannya, pemerintah mengintervensi kebebasan sipil berpolitik dan berorganisasi. Padahal hak tersebut dilindungi konstitusi," tandas Fahri.

Rapat semalam dihadiri sejumlah petinggi KMP, di antaranya Ketum Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie, Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pertimbangan PAN Amien Rais, Ketum PPP Djan Faridz, serta Suryadharma Ali. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya