Berita

Politik

PDIP Senayan: Reklamasi Teluk Jakarta Jangan Sampai Berdampak Lingkungan

SENIN, 23 MARET 2015 | 16:54 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Izin reklamasi 17 pulau di Teluk Jakarta, yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah melampaui kewenangan yang dimilikinya.

Pasalnya, sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17/Permen-KP/2013 tentang Perizinan Reklamasi di Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, maka reklamasi kawasan Teluk Jakarta yang masuk sebagai kawasan strategis harus berdasarkan  izin dari pemerintah pusat.

Begitu kata anggota Komisi IV DPR dari PDIP Ono Surono kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Senin, 23/3).


"Bukan hanya rencana 17 pulau tetapi termasuk yang di kawasan kepulauan seribu yang agaknya luput dari pengawasan," ujarnya.

Di sisi lain, lanjutnya, tinjauan terhadap aspek teknis, sosial, budaya dan lingkungan masih banyak pihak yang masih mempermasalahkan reklamasi tersebut. Misalnya, dari mulai perubahan arus laut, menghilangkan kawasan mangroove,  potensi banjir, kehidupan sosial, dan ekonomi nelayan perlu dilakukan kajian secara mendalam.

"Jangan sampai kerugian yang ditimbulkan akibat reklamasi malah bisa makin menyengsarakan masyarakat nelayan dan hal ini tidak bisa selesai dengan kompensasi memberikan sejumlah uang," tegasnya

Ono melanjutkan, seyogyanya dilakukan pengawasan dan peninjauan kembali secara menyeluruh terhadap kegiatan reklamasi 17 pulau di Teluk Jakarta dan di kawasan kepulauan seribu tersebut.

"Begitu pula dengan dampak lingkungan. Jangan sampai masalah banjir yang rutin terjadi di Jakarta, jadi semakin parah dengan munculnya 17 pulau itu," pungkasnya.[wid]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya