Berita

ilustrasi/net

Hukum

Ratusan Siswi Binaan Dukung Dua Guru JIS Perjuangkan Keadilan

MINGGU, 22 MARET 2015 | 20:06 WIB | LAPORAN:

RMOL. Ratusan siswi menyemut di acara bertajuk Semarak Musika 2015, kemarin (Sabtu, 21/3). Acara tersebut merupakan program tahunan Yayasan Pendidikan Muslim Asia Afrika (Musika) yang bertujuan untuk menjalin persahabatan antara siswa-siswi Musika dengan siswa-siswi di lingkungan sekolah lain.

Acara tersebut juga diselenggarakan oleh Musika bekerja sama dengan komunitas XSProject dan Kampung Kids sebagai suara kepedulian dan keprihatinan mereka terhadap  kasus kekerasan yang dituduhkan kepada dua guru Jakarta Intercultural School (JIS) dan enam petugas kebersihan ISS.

Dalam keterangan yang dikirimkan ke redaksi, Minggu (22/3), disebutkan juga ada sebuah pentas seni khusus akan dipersembahkan kepada Neil, Ferdi, Awan, Agun, Syahrial, Zainal, Afrischa dan (alm.) Azwar. 12 siswa-siswi usia 14-15 tahun juga melantunkan lagu syahdu berjudul "Usah Kau Lara" ciptaan Katon Bagaskara. Lagu itu sarat akan makna seorang sahabat yang siap membantu untuk bangkit dari segala keterpurukan dan berbagi baik dalam suka maupun duka.


Ketua Pengurus Harian Yayasan Pendidikan Muslim Asia Afrika, Nurmilus Gisafiah,  mengatakan, sangat bangga selama lima tahun terakhir, Semarak Musika senantiasa mendapat apresiasi positif dari siswa-siswi sekolah lain dan masyarakat sekitar, bahkan banyak yang meyakini bahwa ini adalah salah satu acara tahunan yang dinanti mereka.

"Semarak Musika 2015 terasa berbeda, rasa gembira dan semangat yang biasanya mewarnai persiapan acara kini diliputi rasa simpati terhadap orang-orang yang dekat di hati kami, yakni dua guru JIS, Neil Bantleman dan Ferdinand Tjiong yang kini sedang menjalani proses hukum atas kasus yang dituduhkan kepada mereka berikut dengan 6 petugas kebersihan ISS (satu meninggal dunia saat proses penyelidikan)," terang dia.

Musika, XSProject dan Kampung Kids merupakan tiga dari sedikitnya 40 komunitas yang menjadi Sahabat Komunitas JIS. Sedikitnya 5-10 tahun terakhir ini kerjasama sudah dilakukan dengan JIS. Beberapa diantaranya bahkan sudah 15 tahun.

"Selama menjadi sehabat komunitas JIS, kami menjadi saksi dari dampak positif terhadap anak-anak didik kami, dimana ditengah segala keterbatasan, pertumbuhan karakter mereka sangat membanggakan. Rasa percaya diri, rasa ingin tahu dan perasaan ingin selalu berbagi adalah sebagian kecil dari nilai kemanusiaan yang mereka tanamkan selama berinteraksi dengan siswa-siswi dan guru JIS," papar Retno Hapsari, Manager XSProject yang telah bekerja sama lebih dari 10 tahun dengan JIS.

Sementara Vivi Zulfiah, salah satu perwakilan pengurus Yayasan Kampung Kids mengungkapkan, persahabatan dengan JIS juga membuat pihaknya semakin mudah untuk mengembangkan ketrampilan anak-anak asuhannya.

Balik lagi ke Nurmilus. Kata dia, profesi guru seharusnya lebih mendapatkan perlindungan, karena tuduhan-tuduhan tidak berdasar dapat terjadi kepada siapa saja di institusi pendidikan. Apalagi, yang bertahun-tahun benar-benar mengabdikan diri tidak hanya untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak muridnya, melainkan kepada anak-anak di lingkungan sekitar.

"Sebagai sesama pendidik, kami hanya bisa memberikan dukungan moral dan doa untuk Pak Neil dan Ferdi yang kami kenal secara personal memiliki kecintaan mendalam terhadap profesinya, juga untuk keenam petugas kebersihan PT ISS. Kami sangat mendukung ketujuh orang yang menjadi korban tuduhan kriminal ini dapat terus memperjuangkan keadilan. Kami berharap kebenaran dan keadilan dapat ditegakkan oleh aparat hukum dan perlindungan terhadap profesi guru semakin dapat ditingkatkan," demikian Nurmilus. [sam]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya