Berita

foto/net

BPD HIPMI Jaya Kecewa Rama Datau Dukung Bahlil

SABTU, 21 MARET 2015 | 18:54 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sebagian besar pengurus Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Jakarta Raya mengaku kecewa dan mempertanyakan kebijakan politik yang diambil Ketua Umum BPD HIPMI Jaya, Iskandarsyah Rama Datau dalam Munas XV HIPMI. Pasalnya, saat itu Rama Datau tidak mendukung kader HIPMI Jaya untuk berperan lebih jauh mengembangkan organisasi HIPMI di pusat.

Hal itu sebagaimana disampaikan Ketua Kompartemen Organisasi dan Hukum BPD HIPMI Jaya, Reza Irsyad Aminy dalam siaran pers yang diterima redaksi sesaat lalu (Sabtu, 21/3).

Kata Reza, Rama dinilai telah mengorbankan idealisme dan integritas HIPMI Jaya, yang selama 41 tahun selalu menjaga integritas dengan mendukung kader dari BPD HIPMI sendiri berlaga di pusat.


Dilanjutkan Reza bahwa dalam Munas XV HIPMI yang digelar di Jawa Barat, ada dua kader terbaik HIPMI Jaya yang maju memperebutkan kursi Ketua Umum BPP HIPMI, yaitu Andhika Anidyaguna (Ketua Umum BPD HIPMI Jaya 2011-2014) dan juga Bayu Priawan Djokosoetono (Bendahara Umum BPP HIPMI 2011-2014). Sayangnya Rama Datau dkk, sebagai perwakilan dari BPD HIPMI Jaya, mengalihkan dukungan kepada Bahlil Lahadalia hanya karena dijanjikan benefit dan bantuan program.

"Dan ini tidak dibantah oleh Rama Datau, dalam BPL tadi dia mengakui kesalahan tersebut. Namun, Rama tidak mampu mempertanggungjawabkan sikap politiknya," tandasnya.

Senada dengan Reza, Ketua Kompartemen Bidang Hubungan Internasional BPD HIPMI Jaya, Bimo Prasetio menyampaikan bahwa sikap politik yang diambil Rama telah mencederai hasil rekomendasi Musyawarah Daerah (Musda) XV BPD HIPMI Jaya.

"Sudah jelas dalam Musda XV BPD HIPMI Jaya, telah mengamanahkan bahwa suara HIPMI Jaya hanya untuk kader BPD HIPMI Jaya. Seharusnya ketua umum itu sebagai pengemban amanah Musda, bukan malah mencederainya," ungkap Bimo.

Oleh karena itu, ditegaskan Bimo, jajaran pengurus dan anggota HIPMI Jaya akan memberikan Mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Rama Datau. Bahkan ada desakan untuk dilaksanakannya Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub).

"Desakan untuk dilaksanakannya Musdalub ini nampaknya semakin menguat. Hanya dalam hitungan jam saja, gerakan ini sedikitnya telah mengumpulkan ratusan tanda tangan petisi mosi tidak percaya terhadap Rama. Dan jumlah ini diyakini akan meningkat," tandas Bimo. [ian]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya