Berita

joko widodo/net

Bisnis

Apakah Jokowinomics Efektif?

SABTU, 21 MARET 2015 | 09:30 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Politik dalam APBN yang dilakukan pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla adalah suatu terjemahan dari gagasan populisme. Namun, gagasan yang kerap dinamakan Jokowinomics ini mulai menuai keraguan.

"Apa yang saya sering sebut Jokowinomics adalah kebijakan ekonomi yang ekspansif dan sekarang debatable (diperdebatkan). Bank Dunia sudah pertanyakan efektivitas program infrastruktur yang dianggap ambisius dan dikaitkan dengan nilai rupiah yang terdepresiasi," kata peneliti ekonomi politik, Fachry Ali, dalam diskusi Perspektif Indonesia, di Jakarta, Sabtu pagi (21/3).

Jokowi sendiri masih mempertahankan gagasannya. Akibatnya, target penerimaan pajak ditingkatkan dua kali lipat dari pemerintah sebelumnya.


"Menurut saya kalau kita bandingkan dengan pemerintahan sebelumnya (SBY-Boediono), terlihat sekali pemerintah SBY jauh lebih hati-hati dalam politik anggarannya," jelasnya.

Menurut Fachry, pada masa SBY, belanja negara relatif kurang, target pajak relatif kurang dan pada saat sama tim ekonomi diisi menteri keuangan yang konservatif, Chatib Basri.

"Sehingga APBN yang mereka (pemerintahan SBY) ciptakan  menciptakan kestabilan," ujarnya.

Sementara, Jokowinomics yang ekspansif mulai dipertanyakan ketika harga dolar mengalami penguatan dan rupiah alami depresiasi.

"Apakah Jokowinomics efektif?" ungkapnya. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya