Berita

tjipta lesmana/net

Politik

DPRD Harus Waspadai Politik Adu Domba Ahok

SABTU, 21 MARET 2015 | 02:22 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

DPRD diimbau untuk berhati-hati terhadap politik adu domba yang saat ini tengah dijalankan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alis Ahok.

Demikian disampaikan oleh pengamat politik Tjipta Lesmana sebagaimana dilansir RMOLJakarta (Jumat, 20/3).

Menurutnya, Ahok berhasil memecah dewan dengan menyerahkan kunci atau password e-budgeting kepada Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi saja.


"Dewan harus berhati-hati terhadap politik adu domba Ahok," ujarnya.

Ia mengingatkan bila pemerintahan dibawah kepemimpinan Ahok dan Djarot tidak akan pernah berjalan efektif bila pola komunikasi mantan Bupati Belitung Timur itu diubah.

"Pemerintahan Ahok akan terseok-seok bila kericuhan terus terjadi. Tidak akan efektif," katanya.

Kata Tjipta, salah satu bentuk keberhasilan Ahok memecah belah anggota dewan saat Ketua Fraksi Nasdem Bestari Barus memilih keluar dalam rapat badan anggaran (Banggar) yang diadakan, Kamis (19/3) lalu.

Hal semacam ini dinilai Tjipta harus menjadi bahan perhatian DPRD. Karena selama ini dewan berhasil menggabungkan 2 koalisi besar di Kebon Sirih, yakni Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Sayangnya, suasana damai ini pun kembali rusak.

"Serangan Ahok berhasil memecah belah anggota dewan. Kemarin Nasdem dan Gerindra serta partai lainnya ribut besar karena keputusan kemarin. Ahok belum tentu benar," ungkapnya.

Kata Tjipta, Ahok harus berhati-hati dalam memutuskan APBD 2015 ini. Karena, dengan mengesahkan APBD DKI 2014, maka seluruh tanggung jawab penggunaan anggaran dalam APBD ini akan menjadi tanggung jawab Ahok.

"Ahok  harus bertanggung jawab. Bukan DPRD karena Gubernur yang keluarkan Surat Keputusan (SK) bila APBD 2014 dikeluarkan," tukasnya.[ian]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya