Berita

Mahfudz Siddiq/net

Politik

Dicurigai Isu ISIS Sengaja Digulirkan Demi Anggaran

SABTU, 21 MARET 2015 | 00:24 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Diduga ada alasan di balik isu terorisme yang terus booming di Indonesia, seperti rekrutmen ISIS yang gencar diberitakan belakangan ini. Dugaan kemudian mengerucut pada kecurigaan adanya sejumlah oknum yang mencari anggaran pemberantasan terorisme di balik pengguliran isu ISIS.

Begitu kata Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq saat dihubungi wartawan di Jakarta (Jumat, 20/3).

"Ternyata banyak orang mulai curiga, jangan-jangan sebagian memang dilakukan penegakan hukum, sebagian memang dibiarkan agar tetap punya musuh dan tetap punya kerjaan," kata politisi PKS itu.


Saat sebuah isu meledak, kata dia, masyarakat menganggap perlu ada agenda dan kebijakan khusus. Kemudian dari tuntutan yang berkaitan dengan anggaran negara itu, dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk meraup keuntungan.

Kata Mahfudz, seharusnya Badan Nasional Penanggulan Terorisme (BNPT) punya frame yang jelas dan terukur dalam mengatasi masalah terorisme. Jika tidak sesuai target, maka perlu ada evaluasi yang signifikan.

"Misalnya Densus 88, sampai kiamat Densus tetap ada, begitu juga BNPT. Kan mestinya kita punya target. Kalau terorisme selesai 10 tahun, keberadaan Densus, BNPT ditargetkan 10 tahun. Kalau tidak, anda gagal dan harus dibubarkan," tandasnya. [ian]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya