Berita

arsul sani/net

Politik

DPR: Larangan Nama Muhammad dan Ali di Autogate Soeta Harus Dihentikan

JUMAT, 20 MARET 2015 | 23:32 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Larangan bagi pengguna nama Muhammad dan Ali di autogate Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan persoalan serius. Tidak hanya diskriminatif, larangan itu juga kental akan SARA.

Begitu kata anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani saat dihubungi wartawan di Jakarta (Jumat, 20/3).

"Ditjen Imigrasi telah melakukan diskriminasi terhadap WNI yang hendak bepergian ke luar negeri. Lebih dari itu, kebijakan seperti itu mengandung unsur SARA, karenanya harus dihentikan," ujarnya.


Politisi PPP kubu Romahurmuzy itu mengaku, akan segera mempertanyakan masalah ini ke pihak yang bersangkutan dan meminta untuk segera mencabut larangan tersebut. Mengingat, peraturan yang diskriminatif ini bisa menimbulkan kemarahan bagi umat Islam yang banyak menggunakan kedua nama tersebut.

"Itu bisa menyulut kemarahan umat Islam di seluruh Indonesia. Di Inggris saja yang umat Islam-nya hanya minoritas tidak menerapkan kebijakan saperti itu terhadap warga negaranya yang muslim," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengguna nama Muhammad dan Ali yang identik dengan identitas seorang muslim dilarang masuk melalui autogate Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng beberapa waktu lalu.

Peraturan ini mengundang reaksi keras dari berbagai pihak, terutama yang menganggap larangan tersebut sudah mendiskreditkan pemeluk agama mayoritas di Indonesia. [ian]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya