. Surabaya sebagai salah satu kota besar di Indonesia perlu melakukan penyegaran kepemimpinan untuk menyelesaikan sejumlah problem perkotaan, seperti penataan kota yang lebih inovatif, perbaikan moda transportasi, dan pembangunan ekonomi daerah. Penyegaran kepemimpinan itu sebagaimana ditunjukkan oleh sejumlah kota lain di Indonesia yang hanya bisa dilakukan oleh figur pemimpin yang muda, progresif, cerdas, dan punya visi yang luas.
Pengamat Politik Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya Airlangga Pribadi mengatakan bahwa kebutuhan akan pemimpin muda itu seiring dengan harapan publik, sehingga Surabaya bisa menjadi lebih baik ke depan.
"Kenyataan ini juga sebagaimana yang tercermin pada kemenangan Jokowi di Pilpres 2014 lalu, di mana negeri ini membutuhkan penyegaran politik yang tidak hanya untuk pemerintahan di tingkat pusat, tapi juga di tingkat daerah," ujarnya dalam pesan tertulis kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu (Rabu, 18/3).
Untuk kasus di Surabaya, kehadiran pemimpin muda di pemilihan wali kota nantinya merupakan calon alternatif. Figur pemimpin muda bisa diambil dari kalangan aktivis, pengusaha maupun praktisi pendidikan di kampus.
"Mereka punya potensi untuk menciptakan perubahan yang lebih baik bagi Surabaya ke depan," ungkap Airlangga.
Sementara pengamat politik dari Lembaga Monitoring Data dan Analisis Media Sosial AirMob Nurfahmi Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa pencarian pemimpin muda harus dijadikan sebagai agenda besar bangsa ini. Terlebih, terdapat banyak pemimpin muda yang memiliki track record baik, berpengetahuan, punya kapasitas memimpin dan komitmen terhadap kepentingan rakyat yang tak diragukan.
Sayangnya, selama ini keberadaan mereka masih tertutupi oleh dominasi partai dan oligarki politik. Surabaya memiliki potensi untuk memunculkan tokoh muda guna penyegaran dan pengharmonian kota terbesar nomor dua setelah Jakarta tersebut.
"Perlu ada rekayasa sosial dan politik agar para tokoh muda bisa mendapat tempat di partai politik, entah dengan aktif di dalamnya atau ada sekelompok orang baik di partai politik yang mendorong perubahan di internal partai," demikian Nurfahmi. [sam]