Berita

Kesehatan

KOM Ingatkan Pemerintah dan DPR Deal Pabrik Obat Jelang Amandemen UU Paten

RABU, 18 MARET 2015 | 11:02 WIB | LAPORAN:

. Koalisi Obat Murah (KOM) meminta pemerintah dan DPR bertindak serius dalam amandemen Undang-Undang Paten yang masuk dalam program legislasi prioritas tahun 2015.

"KOM menghimbau agar segenap jajaran pemerintahan dan DPR jangan sampai tertarik dengan deal-deal yang pastinya akan ditawarkan oleh perusahan pabrikan obat paten guna mempertahankan keistimewaannya memonopoli perdagangan obat di Indonesia," kata Jurubicara KOM dan Direktur Eksekutif LSM Indonesia AIDS Coalition, Aditya Wardhana dalam penjelasan yang dikirimkan di Jakarta, Rabu (18/3).

Aditya menambahkan, legislasi UU paten obat memiliki keterkaitan dengan ketidakhadiran obat-obatan generik. "Karena terganjal pada adanya Hak Paten juga telah mengebiri kekuatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam memberikan perlidungan menyeluruh kepada seluruh rakyat Indonesia," imbuhnya.


Padahal, kehadiran obat generik akan sangat mendukung keberhasilan JKN karena PBJS bisa memasukan obat generik sebagai obat yang bisa ditanggung oleh JKN kedalam daftar Formularium Nasional.

Menurut Aditya, pabrikan obat paten selalu menjual barang produksinya dengan harga setinggi langit dengan alasan keuntungan ini diperlukan guna menstimulus penemuan baru. Faktanya, riset di Canada menunjukan  dari sekian banyak obat baru yang didaftarkan patennya, hanya sekitar 5 persen yang benar-benar obat baru. Sisanya obat yang kompoisisinya dirubah sedikit lalu dipatenkan ulang sehingga perusahaan pabrikan obat mendapatkan perpanjangan masa monopolinya.

Contoh kasus terbaru ada di obat Hepatits C dengan nama Sofosbufir yang patennya dimiliki  perusahaan obat Gilead dan dipasarkan dengan merk dagang Sovaldi. Perusahaan ini, berdalih dengan adanya hak paten, menjual obat pada pasiennya dengan harga 1000 dolar per butir sehingga total yang dibutuhkan pasien untuk terapi sampai sembuh dari Hepatitis C mencapai  84.000 dolar AS.

Sementara sebuah produsen obat generik di Nepal baru saja memasarkan obat yang sama dalam versi generik dengan harga hanya sekitar 9 dolar per botol dan total kebutuhan untuk terapi sampai sembuh hanya sekitar 1000 dolar AS.

Dari kasus obat yang dipasarkan Gilead ini, sebenarnya obat Sofosbufir yang dipatenkan oleh Gilead  bukan termasuk kategori obat baru. Ini terbukti diterimanya keberatan dari kelompok pasien di India akan pendaftaran obat ini di India.

Seorang peneliti dari Universitas Liverpool bernama Andrew Hill sendiri mengeluarkan hasil penelitiannya bahwa biaya yang dibutuhkan total pengobatan Hepatitis C dengan obat Sofosbufir hanya sebesar 150 dollar AS karena ongkos produksi satu butir obat Sofosbufir tidak sampai 1 dollar per butir.

Kasus semacam Gilead dengan obat Hepatis C ini  terjadi di banyak kasus penyakit lain dengan pabrikan obat yang lain dan dialami oleh seluruh rakyat Indonesia. Dengan diberikannya hak paten oleh pemerintah,  akan menghilangkan kompetisi kehadiran obat generik bisa turut hadir dengan harga yang lebih murah. Pengobatan penyakit Kanker, HIV, Jantung, Diabetes, Hipertensi Paru, stroke dan semua penyakit lainnya juga merasakan dampak buruk dengan ketiadaan obat generik yang murah. [rus]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya