Berita

ilustrasi

Bisnis

Biaya Beli Blok Mahakam Diprediksi Rp 351 Triliun

Tak Transparan, Rawan Begal Anggaran
RABU, 18 MARET 2015 | 08:29 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah diminta untuk transparan berapa sebenarnya harga pembelian Blok Ma­hakam. Pasalnya hingga kini belum diumumkan berapa biaya pengambilalihannya oleh Per­tamina. Hal ini rawan pembe­galan anggaran.

"Kenapa belum diumumkan ke publik? Jangan sampai ini jadi sasa­ran begal uang negara oleh segelintir orang," ujar pengamat ekonomi dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng, di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, operator Blok Ma­hakam saat ini, Total E&P Indonesie dan Inpex mengaku telah mengin­vestasikan dana senilai 27 miliar dolar AS. Dengan kurs rupiah Rp 13.000, kata dia, minimal harga pengambilalihan Blok Mahakam mencapai Rp 351 triliun.


Dia menjelaskan, berdasarkan perjanjian Billateral Investment Treaty (BIT) antara Indonesia dengan Perancis, setiap adanya nasionalisasi atas perusahaan milik Perancis harus mem­berikan kompensasi harga yang layak. "Jika tidak maka Indone­sia dapat digugat ke Arbitrase internasional," ucapnya.

Hal yang sama juga terdapat dalam Undang-Undang No 27 tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Dalam aturan itu me­nyebutkan nasionalisasi harus melalui pembelian.

Karena itu, kata dia, keeng­ganan pemerintah mengumum­kan harga Blok Mahakam wajib diwaspadai. Mengingat hal ini rawan sekali dibegal oleh pihak yang berkuasa atas masalah ini. "Pengalaman Freeport dan New­mont yang memperoleh per­panjangan kontrak secara ilegal dan melanggar Undang-Undang Minerba harus menjadi pelaja­ran," jelasnya.

Dia menjelaskan, selama 48 tahun Total dan Inpex mengaku telah me­nyumbangkan pendapatan negara senilai Rp 750 triliun atau setiap ta­hun senilai Rp 15 triliun setahun. Sementara pendapatan yang diterima kedua operator Blok Mahakam itu mencapai Rp 2.250 triliun. Angka itu berdasarkan perhitungan bagi hasil minyak dan cost recovery yang dibayar oleh negara.

"Yang jadi pertanyaan dari mana Pertamina mendapatkan uang? Pastinya Pertamina akan cari utang lagi. Padahal utang­nya Pertamina di Global Bond telah mencapai lebih dari Rp 100 trilun," jelasnya.

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Naryanto Wagimin meminta Pertamina mengkaji ulang keekonomian Blok Mahakam. "Sudah kita berikan masukan, supaya dikaji keekonomiannya," jelasnya.

Dia bilang, Pertamina diminta untuk mengajukan besaran dana investasi berdasarkan variasi asumsi harga minyak dunia dari 40 dolar AS per barel hingga 100 dolar AS per barel. Dana investasi yang diusulkan dalam proposal awal pengelolaan sebesar 25,2 miliar dolar AS atau setara Rp 332 triliun untuk durasi 20 tahun berdasarkan asumsi harga minyak dunia sebesar 100 dolar AS per barel.

Besaran biaya investasi itu juga mengacu pada besaran dana investasi yang dikeluarkan operator saat ini. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya