Berita

Publika

One Direction Vs PSSI (Bukan Timnas)

SELASA, 17 MARET 2015 | 14:43 WIB

BEBERAPA bulan yang lalu, sebuah boyband yang saat ini sedang 'booming' dan mempunyai basis fans terbesar di seluruh dunia mengumumkan akan menggelar konsernya di Indonesia, One Direction.

Bagi para penggemarnya di Indonesia, ini sebuah berita yang sangat menggembirakan. Para fans seakan mendapat anugerah bisa melihat penampilan secara langsung dari Zayn Malik dkk. Boyband tersebut akan menggelar konsernya di Jakarta pada 25 Maret 2015 dan Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi tempatnya.

Namun, beberapa hari yang lalu, di beberapa media dan juga media sosial muncul kabar menghebohkan, kira-kira garis besar judul beritanya seperti ini Konser One Direction Terancam Gagalkan Pra Piala Asia U-23”. Pra piala Asia U-23 ini jadwalnya akan dimulai tanggal 27 â€" 31 Maret 2015. Sebagai salah satu masyarakat Indonesia yang juga penggemar sepakbola, saya sedikit emosi begitu membaca judulnya.


Namun ketika saya membaca dan mencoba mencari-cari informasi, emosi saya lebih memuncak, tapi bukan kepada One Direction ataupun pada promotornya, melainkan kepada PSSI dan Pengelola SUGBK. Karena menurut saya ada dua masalah yang memprovokasi masyarakat Indonesia begitu mengetahui hal ini.

Masalah pertama, PSSI terlihat konyol pada kasus ini. Dalam hal konser One Direction vs Pra Piala Asia U-23, jadwal konser pasti sudah jauh berbulan-bulan ditetapkan. Tentunya pihak promotor juga sudah melakukan Deal dengan Pengelola SUGBK. Lalu betapa lucunya PSSI tiba-tiba hanya beberapa hari kemaren mengeluarkan pernyataan yang seolah-olah menjadikan sepakbola sebagai korban dari diadakannya konser One Direction. Disitu saya melihat kekonyolan manajerial PSSI. Sebelum menetapkan jadwal tanding timnas,apa PSSI tidak mempelajari semuanya (termasuk Venue pertandingan)?

Masalah kedua, banyaknya protes jika SUGBK dijadikan venue acara selain sepakbola (dalam hal ini konser musik). Konser musik dikhawatirkan akan merusak rumput dan fasilitas stadion. Tidak seharusnya protes seperti ini muncul jika pihak pengelola bisa selalu memastikan kondisi rumput dan fasilitas di SUGBK tetap baik ketika digunakan sebagai tempat bertanding Timnas Sepakbola kita. Perlu diingat, SUGBK selain sebagai stadion sepakbola, juga merupakan lahan bisnis. Jadi seharusnya tugas pengelola SUGBK untuk menjamin kedua hal tersebut bisa berjalan beriringan. Sekedar informasi, banyak stadion-stadion besar di Eropa yang juga dijadikan venue konser musik, seperti Wembley (Inggris), Vicente Calderon (markas Atletico Madrid/Spanyol), Parken Stadion (FC Kopenhagen/Denmark), dan masih banyak lainnya. Pertanyaannya, Dikemanakan dana pengelolaan stadion dan uang hasil komersial dari SUGBK?

Jadi saya rasa untuk kasus One Direction vs Pra Piala Asia U-23 ini, PSSI hanya sengaja membuat pemberitaan yang seakan-akan menjadikan sepakbola sebagai korban dari sebuah konser musik, yang menurut saya ini semua adala bentuk ketidakseriusan manajerial PSSI. Ditambah lagi PSSI ditahun ini sudah kedodoran, dimulai dari kurang tertib administrasi klub-klub ISL sampai berujung molornya ISL. Hal tersebut seakan menempatkan PSSI dalam kondisi terpuruk. Jadi menurut saya pemberitaan Konser One Direction mengancam penyelenggaraan Pra Piala Asia U-23 itu hanyalah upaya PSSI mencari simpati publik. Salam Satu Jiwa.


M Baihaqi Nabilunnuha
Jl. Semanggi 2 no 87 B Ciputat, Tangerang Selatan.
081289794xxx


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya