Berita

ilustrasi/net

R-20 Apresiasi Dukungan TNI terhadap Kemiri Sunan

KAMIS, 12 MARET 2015 | 08:51 WIB | LAPORAN:

. Program penanaman massal kemiri sunan mendapatkan dukungan penuh dari TNI, khususnya untuk wilayah remote area atau wilayah perbatasan.

"Tentunya kita apresiasi. Sebab kemiri sunan selain memiliki potensi energi, bagi TNI tentunya punya manfaat sendiri," kata  Direktur Lembaga Twenty (R-20) Indonesia, Budi Santoso, dalam rilis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Kamis, 12/3).

R-20 merupakan sebuah lembaga yang menemukan solusi dalam mengatasi krisis energi di masa yang akan datang. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah kemiri sunan sebagai energi terbarukan. Kemiri sunan sangat mudah diproses atau diolah menjadi solar.


Baru-baru ini Panglima TNI Jenderal Moeldoko melakukan penanaman kemiri sunan di desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat. Dalam kesempatan itu, Moeldoko menegaskan dukungan dan kesiapan TNI dalam penanaman kemiri sunan.

Menurut dia lagi, selain memiliki aspek strategis dalam ketersediaan energi masa depan, pohon kemiri sunan bagi TNI sangat berguna sebagai sistem pertahanan. Pohon kemiri sunan akan membuat kawasan yang tadinya terbuka menjadi tertutup.

Pada bagian lain, Budi Santoso mengaku terkejut dengan antusiasme masyarakat untuk menanam kemiri sunan. Hal ini dikarenakan potensi besar kemiri sunan sebagai bahan bakar bio solar, yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya di pedesaan.

"Banyak perwakilan koperasi masyarakat meminta kami menjadi Bapak angkat, minta dibimbing," ujar Budi Santoso, yang juga alumni ITB Bandung.  

Menurut dia lagi,  sebagian besar masyarakat ingin beralih dari sawit ke kemiri sunan karena petani mulai mengetahui kalau pohon kemiri sunan justru bisa menyuburkan tanah, sangat cocok untuk tumpang sari. Selain itu, potensi keuntungan dari solar kemiri sunan lebih besar karena mudah proses produksinya.

"Proses minyak solar kemiri sunan sangat sederhana, nggak ribet seperti sawit," tambah Budi. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya