Berita

Bisnis

Rusuh Batang Bukti Komunikasi KKP-Nelayan Tersumbat

SELASA, 03 MARET 2015 | 16:58 WIB | LAPORAN:

Anggota DPR RI Komisi IV, Rofi Munawar meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuka jalur komunikasi kepada nelayan maupun pelaku industri perikanan secara intensif terhadap berbagai kebijakan perikanan yang belum lama ini dikeluarkan.

"Kerusuhan yang terjadi di Batang -Jawa tengah merupakan bentuk eskalasi dari protes yang selama ini telah dilakukan oleh para nelayan," ujarnya, Selasa (3/3).

Secara nyata, menurut dia, peristiwa ini menunjukkan ada sumbatan komunikasi dan minimnya solusi alternatif dari Kementerian KP terhadap pelarangan alat tangkap yang selama ini digunakan oleh nelayan.


Unjuk rasa menolak Peraturan Menteri Perikanan dan Kelautan  nomor 2 tahun 2015 yang dikeluarkan oleh KKP berakhir rusuh. Ribuan nelayan dari berbagai wilayah di Kabupaten Batang, Jateng nekat memblokir jalur utama Pantai Utara (Pantura).  
Berdasarkan informasi yang diterima dari National Traffic Management Center (NTMC) Korlantas Mabes Polri, ratusan kendaraan terjebak dalam antrean panjang sejak dari Jembatan Sumbang hingga ke Kota Batang.

Demonstasi nelayan dipicu Peraturan Menteri (Permen) KP No. 2/Permen-KP/2015 tentang larangan penggunaan Penangkapan Ikan Pukat Hela (trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets). Permen itu menyebutkan setiap orang dilarang mengoperasikan cantrang di seluruh wilayah Indonesia.

"Melarang adalah satu sisi, namun menciptakan solusi adalah sisi yang jauh lebih penting agar memiliki manfaat langsung," sindir Rofi dikutip dari rilis tertulisnya yang diterima redaksi, Senin (3/3).

Legislator asal Jatim ini menambahkan, disadari memang alat tangkap dan daerah tangkapan yang selama ini berlaku memiliki dampak kurang baik terhadap ekosistem dan biota laut. Namun tentu saja kondisi tersebut tidak serta merta harus disikapi dengan pelarangan secara sepihak.

"Perlu dibuka ruang komunikasi dan sosialisasi yang maksimal dari pemerintah, karena bagaimanapun ini menyangkut hajat hidup ribuan orang di seluruh Indonesia," jelasnya.

Rofi berharap kerusakan akibat kerusuhan yang terjadi agar dapat diselesaikan lewat jalur mediasi dan dialog antara kedua belah pihak yaitu nelayan dan KKP.

"Jangan biarkan masalah ini berlarut-larut, harus segera dicarikan solusinya," tegas Rofi.[wid] 

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya