Berita

Politik

Per 1 Maret, Harga BBM Naik Rp 200

MINGGU, 01 MARET 2015 | 04:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Seiring dengan naiknya harga minyak dunia, pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga premium RON 88 wilayah Luar Jawa-Madura-Bali sebesar Rp 200 per liter. Kenaikan berlaku mulai 1 Maret 2015 pukul 00.00.

"Harga yang sebelumnya Rp 6.600 per liter, naik menjadi Rp 6.800 per liter," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Saleh Abdurrahman, saat dihubungi Minggu (1/3).

Menurut Saleh, kenaikan Rp 200 per liter tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional, termasuk stabilitas sosial ekonomi pengelolaan harga serta logistik.


Karena itulah, pemerintah mengambil sikap beda terhadap harga minyak tanah yang masih dipakai masyarakat di pedesaan, serta harga solar yang banyak dipakai untuk transportasi.
"Harga minyak tanah dan solar subsidi tetap (tidak naik)," katanya.

Bagaimana dengan harga BBM di wilayah Jawa-Madura-Bali? Dengan skema subsidi saat ini, harga BBM di Jawa-Madura-Bali memang bisa berbeda dengan luar Jawa-Madura-Bali. Sebab, pemerintah tidak menanggung beban distribusi BBM untuk Jawa-Madura-Bali. Karena itu, Pertamina berhak memutuskan harga jual ke konsumen.

Rupanya, Pertamina pun mengikuti langkah pemerintah. Direktur Pemasaran PT Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, pihaknya juga memutuskan untuk menaikkan harga premium di Jawa-Madura-Bali sebesar Rp 200 per liter. Artinya, mulai hari ini harga naik dari Rp 6.700 per liter menjadi Rp 6.900 per liter.

Sebenarnya, kata Ahmad, jika mengacu pada kenaikan harga minyak dunia, Pertamina harusnya bisa menaikkan harga premium sebesar Rp 400 per liter. Namun, akhirnya diputuskan kenaikan Rp 200 per liter dengan pertimbangan daya beli masyarakat.  

"Untuk solar dan minyak tanah, harganya tetap," ujarnya seperti dikutip JPNN. [ian]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya