Berita

ilustrasi/net

Revitalisasi Teluk Benoa Berdayakan Seribu Sopir

JUMAT, 27 FEBRUARI 2015 | 23:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Setelah mendapat dukungan dari Keluarga Besar Pendukung Revitalisasi Teluk Benoa, kini dukungan serupa disampaikan Asosiasi Sopir Angkutan Pariwisata (ASAP) Bali yang siap menyediakan 1.000 sopir untuk  angkutan transportasi selama proyek berlangsung.

"Revitalisasi Teluk Benoa akan menambah akomodasi pariwisata di Bali sehingga ada lapangan pekerjaan baru bagi sopir lokal. Terbukti, meskipun proyek revitalisasi belum berjalan, namun pihak PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI) menjalin kerja sama di bidang angkutan," ujar Ketua ASAP Bali I Wayan Suata dalam keterangannya kepada redaksi, Jumat (27/2).

Disampaikannya, pengelola Revitalisasi Teluk Benoa (RTB) sudah menunjukkan komitmen meskipun belum beroperasi, dengan membuka lapangan kerja yang berpihak untuk angkutan lokal. Sebagai penyedia angkutan wisata, Wayan berharap komitmen itu bisa terus berlanjut sesuai dengan konsekuensi yang dijanjikan.


"Komitmen kerja sama dari PT TWBI jangan seperti janji-janji pihak pengelola Bandara internasional Ngurah Rai yang mengaku akan memberdayakan masyarakat lokal. Namun ternyata setelah bandara beroperasi malah melupakan keberpihakan terhadap pengusaha lokal," jelas Wayan.

Dia melanjutkan, dalam kerja sama dengan pihak PT TWBI untuk tahap pertama akan direkrut sekitar 1.000 sopir lokal. Sesuai komitmen PT TWBI untuk memberikan lapangan kerja usulan ASAP Bali akan digunakan kendaraan dan sopir yang dikontrak untuk melayani tamu selama proyek dan setelah rampung RTB.

"Anggota ASAP Bali sekitar 1.500 sopir dengan 1.300 kendaraan sudah berizin akan siap mendukung RTB. Kerja sama ini akan beroperasi sampai tahun 2020. Untuk tahap awal akan direkrut sekitar 1.000 sopir dan mobil angkutan wisata yang dipekerjakan untuk meng-handle tamu," beber Wayan. [why] 

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya